Uji Validasi Metode Peningkatan Daya Ingat dengan` Metode Morris Water Maze (MWM
Abstract
Penyakit Alzheimer, merupakan penyakit neurodegeneratif terbanyak di
dunia, memiliki indikator patognomonik berupa deposisi peptida beta amiloid yang
akan menjadi plak pada parenkim otak dan dinding pembuluh darah otak. Hal ini
ditandai dengan adanya gangguan daya ingat dan kerusakan neuron pada sistem
saraf pusat. Metode uji daya ingat Morris Water Maze (MWM) pertama kali didirikan
oleh ahli saraf Richard G. Morris pada tahun 1981 untuk menguji pembelajaran
bergantung hippocampal, termasuk perolehan memori spasial dan memori spasial
jangka panjang. Uji peningkatan daya ingat dilakukan menggunakan 15 ekor mencit
jantan dalam 3 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (CMC-Na 1%), kontrol
positif (tablet Encephabol
0,26 mg/kgBB), kontrol normal (tidak diberikan larutan
uji). Data waktu renang mencit diamati, kemudian dihitung rata-rata waktu renang
dan persen daya ingat. Analisis data menggunakan uji ANOVA pada tiap kelompok
perlakuan. Hasil uji aktivitas peningkatan daya ingat menunjukkan bahwa antara
kelompok kontrol negatif, positif dan normal memiliki efek peningkatan daya ingat
ditandai dengan hasil ANOVA p < 0,05. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah
metode uji dapat dilakukan dikarenakan kontrol positif memiliki rentang waktu lebih
rendah dibandingkan dengan kontrol negatif maupun kontrol normal.