GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH TULANG FRAKTUR TERBUKA EKSTREMITAS BAWAH DI RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK

Authors

  • Yelda Aprilia .

Abstract

Operasi bedah tulang berisiko terjadinya infeksi. Salah satu pencegahan infeksi pada saat operasi
bedah tulang dengan cara pemberian antibiotik profilaksis.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui persentase penggunaan antibiotik profilaksis, waktu pemberian, dan lama penggunaan
antibiotik profilaksis yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
(Permenkes RI) Nomor 2406/Menkes/Per/XII/2011 yang digunakan untuk mengatasi operasi bedah
tulang fraktur terbuka ekstremitas bawah. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian
observasional dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik pasien rawat inap
di RSUD dr. Soedarso Pontianak tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia pasien
paling banyak pada kelompok 18-64 tahun sebanyak (88,16%) lebih banyak menjalani operasi
bedah tulang, cenderung terjadi pada laki-laki sebanyak (64,47%), antibiotik profilaksis yang paling
banyak digunakan adalah seftriaxone (94,74%), waktu pemberian antibiotik profilaksis selama 30
menit sebelum insisi sebesar (65,79%) dengan lama pemberian antibiotik profilaksis dosis tunggal
sebesar (92,11%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan antibiotik profilaksis pada
pasien bedah tulang fraktur terbuka ekstremitas bawah tidak sesuai. Namun waktu pemberian dan
lama pemberian antibiotik profilaksis sudah sesuai dengan Permenkes RI.

Kata kunci : Bedah tulang, fraktur terbuka, antibiotik profilaksis, Permenkes RI

Downloads

Published

2019-09-12