UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA SALEP KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) KONSENTRASI 10% PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR METODE DRESSING NON-DEBRIDEMENT
Abstract
Luka merupakan rusaknya struktur dan fungsi anatomis normal akibat proses patologis
yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Proses penyembuhan luka dipengaruhi
timbulnya infeksi. Infeksi dapat diminimalisir dengan pemberian nutrisi dan kondisi lingkungan
yang lembab (dressing) untuk mengembalikan kontinuitas anatomi kulit. Non-debridement
dilakukan bertujuan meminimalisir proses penyembuhan luka oleh faktor eksternal, karena
debridement adalah proses mengangkat jaringan dan benda asing dari luka untuk memaparkan
jaringan sehat dibawahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan
luka sediaan salep kombinasi ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) dan minyak cengkeh
(Syzgium aromaticum L.) konsentrasi 10% dengan berbagai variasi perbandingan dalam
mempercepat proses penyembuhan luka tikus stadium II metode dressing non-debridement.
Sediaan salep diformulasikan menggunakan basis vaseling flavum dan cera flava dibuat dengan
tiga variasi perbandingan zat aktif, yaitu F1 (25:75), F2 (50:50) dan F3 (75:25). Sediaan salep
kombinasi dioleskan pada luka dan dikuantifikasi luas area luka menggunakan program
Macbiophotonic Image J untuk memperoleh nilai Area Under Curve (AUC) dan dianalisis
statistik menggunakan SPSS22. Hasil rata-rata nilai AUC paling tinggi yaitu, F1(25:75) sebesar
976,27% × hari. Hasil analisis menunjukan bahwa kelompok memberikan hasil yang berbeda
signifikan. Hasil uji sifat fisik menujukan bahwa semua formula memiliki sifat fisik yang baik.
Kata kunci: Uji Efek Penyembuhan Luka, Piper betle L., Syzygium aromaticum L., Dressing,
Non-debridement.