Gambaran Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Sectio Caesarea di Rumah Sakit Universitas Tangjungpura Tahun 2017
Abstract
Sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan yang bertujuan melahirkan bayi dengan
membuka dinding perut dan rahim ibu. Risiko infeksi pada tindakan sectio caesarea dapat
diturunkan dengan mengikuti petunjuk pencegahan infeksi yang dianjurkan oleh Peraturan
Menteri Kesehatan Republik
Indonesia
(Permenkes
RI) nomor
2460/MENKES/PER/XII/2011. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran
jenis, waktu pemberian, dan frekuensi pemberian antibiotik profilaksis serta kesesuaiannya
dengan Permenkes RI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional
dengan rancangan penelitian studi potong lintang yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data
dari rekam medik pasien yang menjalani sectio caesarea dan mendapatkan antibiotik
profilaksis selama bulan Januari-Desember 2017. Subyek yang digunakan berjumlah 25
subyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis antibiotik profilaksis yang digunakan
ialah seftriakson dan sefotaksim secara berturut-turut sebanyak 68% dan 32%, waktu
pemberian > 30 menit sebelum insisi kulit sebesar 100 %, frekuensi pemberian dengan dosis
tunggal sebesar 56 % dan dosis ulangan sebesar 44 %. Hal ini berarti terdapat
ketidaksesuaian dengan Permenkes RI sebesar 100 % meliputi jenis dan waktu pemberian
antibiotik profilaksis, frekuensi pemberian sebesar 44 %. Kesimpulan dari penelitian ini ialah
penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea di Rumah Sakit Universitas
Tanjungpura tahun 2017 belum sepenuhnya sesuai dengan Permenkes RI.
Kata kunci : Antibiotik profilaksis, Permenkes RI, sectio caesarea