Penentuan Waktu Optimum Produksi Bakteriosin dari Lactobacillus casei Terhadap Bakteri Patogen Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Abstract
Bakteriosin merupakan senyawa metabolit sekunder bersifat antimikroba
yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat (BAL). Salah satu isolat BAL yang dapat
menghasilkan bakteriosin adalah Lactobacillus casei. Lactobacillus casei perlu
dioptimasi lebih lanjut aktivitasnya sebagai agen bakteriosin. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui waktu optimum produksi bakteriosin dari
Lactobacillus casei berdasarkan aktivitas penghambatannya terhadap bakteri
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Waktu produksi optimum
merupakan waktu bagi Lactobacillus casei untuk memproduksi bakteriosin secara
optimal. Penentuan waktu optimum produksi bakteriosin dilakukan dengan
analisis kurva pertumbuhan bakteri menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada
λ 618,5 nm. Data penelitian menunjukkan bahwa Lactobacillus casei mengalami
empat fase pertumbuhan selama 48 jam, yaitu fase lag pada jam 0-4, fase log
(eksponensial) pada jam 8-32, fase stasioner pada jam 34-38, dan fase kematian
pada jam 40-48. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram.
Hasil penelitian mengatakan bahwa waktu optimum isolat Lactobacillus casei
memproduksi bakteriosin adalah pada jam ke-34 waktu inkubasi, berdasarkan
nilai absorbansi yang diperoleh dan diameter zona bening yang terbentuk, yaitu
14,25 mm terhadap Staphylococcus aureus dan 11,85 mm terhadap Escherichia
coli.
Kata kunci: bakteri asam laktat, bakteriosin, waktu produksi, spektrofotometer
UV-Vis, Lactobacillus casei