PROFIL PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI DI KALANGAN PEROKOK KOTA PONTIANAK
Abstract
Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian dini pada masyarakat
di dunia. Data Kemenkes RI tahun 2014 Kalimantan Barat menempati urutan
keenam penderita hipertensi sebanyak 28,3%. Salah satu faktor risiko terjadinya
hipertensi adalah gaya hidup seperti merokok. Penelitian ini bertujuan mengetahui
karakteristik responden dan golongan antihipertensi di kalangan perokok di Kota
Pontianak. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain studi cross sectional.
Pengambilan sampel dengan cara incidental sampling di 7 Puskesmas Kota
Pontianak. Data karakteristik responden dan golongan antihipertensi menggunakan
rekam medis dan kuesioner. Jumlah responden penelitian sebanyak 76 pasien.
Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian karakteristik usia
responden yaitu 36-45 tahun 18,4%, 46-55 tahun 17,1%, 56-65 tahun 34,2%, >65
tahun 30,3%. Tingkat pendidikan terakhir responden yaitu SD 5,20%, SMP
15,80%, SMA 39,50%, Perguruan Tinggi sebesar 39,5%. Pekerjaan responden
Eka Putri Gassani
1)
2)
, Robiyanto
, Inarah Fajriaty
3)
yaitu PNS 14,50%, wiraswasta 34,20%, pensiun 36,80%, lainnya 14,50%.
Golongan antihipertensi yang digunakan yaitu Calcium Channel Blocker (CCB)
sebanyak 76,3% pasien, Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) 18,3%,
Beta Blocker 3,2%, Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) 1,1%, Diuretik
sebanyak 1,1%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik
responden terbanyak di kalangan perokok yaitu usia 56-65 tahun, tingkat
pendidikan terakhir SMA dan Perguruan Tinggi, pekerjaan pensiunan dan
antihipertensi yang banyak digunakan yaitu golongan CCB.
Kata Kunci : Antihipertensi, Hipertensi, Merokok.