PENGARUH LAMA PENGGUNAAN SUNTIK KB 3 BULAN (DMPA) TERHADAP KENAIKAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA AKSEPTOR DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK
Abstract
Kontrasepsi suntik adalah obat hormonal yang digunakan untuk mencegah kehamilan
yang digunakan dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur.
Kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan berat badan. Tujuan penelitian ini
dilakukan ialah untuk mengetahui lama penggunaan suntik KB 3 bulan (DMPA)
terhadap kenaikan IMT pada akseptor. Penelitian ini merupakan penelitian
observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang
bersifat analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor baru suntik KB
3 bulan di Puskesmas Perumnas II Pontianak pada bulan Januari 2018 hingga Maret
2019. Variabel dari penelitian ialah usia, pekerjaan, paritas, dan lama penggunaan.
Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis paired t-test. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan ialah purposive sampling, dengan sampel sebanyak 81
akseptor. Hasil yang didapatkan ialah sebagian besar akseptor berusia 20-35 tahun,
bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mempunyai lebih dari 2 anak. berdasarkan
hasil analisis paired t-test penggunakan suntik KB 3 bulan (DMPA) memiliki
pengaruh terhadap kenaikan IMT akseptor dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Akseptor
yang menggunakan suntik KB 3 bulan (DMPA) ≥12 bulan mengalami peningkatan
IMT hingga klasifikasi obesitas kelas 1, sedangkan pada akseptor <12 bulan
mengalami peningkatan IMT tetapi tidak mengalami peningkatan klasifikasi obesitas.
Kata kunci: Kenaikan IMT, Lama penggunaan, DMPA, Risiko Obesitas