Standardisasi Ekstrak Astaxanthin dari Minyak Cincalok
Abstract
Cincalok merupakan makanan tradisional yang berasal dari Kalimantan Barat, Indonesia. Makanan ini merupakan produk fermentasi spontan yang dibuat dari udang rebon. Udang mengandung senyawa astaxanthin yang menyebabkan warna cincalok menjadi merah. Astaxanthin memiliki aktivitas antioksidan yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekstraksi astaxanthin dari cincalok menggunakan virgin coconut oil (VCO) serta melakukan standardisasi ekstrak minyak cincalok. Cincalok sebanyak 4 kg berat basah dilakukan ekstraksi menggunakan VCO menghasilkan ekstrak minyak sebanyak 2 L. Hasil organoleptis ekstrak didapatkan warna ekstrak jingga, serta bau dan rasa yang khas. Hasil pengukuran bobot jenis ekstrak adalah 0,9193 g/cm3.Downloads
Published
2020-12-22
Issue
Section
Articles