ANALISIS HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK TERHADAP RISIKO HOSPITALISASI JATUH PADA PASIEN LANSIA RAWAT JALAN DI KLINIK SARAF RSUD DR SOEDARSO PONTIANAK
Abstract
Jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan tertinggi pada lansia. Jatuh pada lansia dapat memicu terjadinya hospitalisasi. Salah satu faktor ekstrinsik penyebab jatuh adalah penggunaan obat analgesik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan studi kohort retrospektif. Data dikumpulkan dengan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data pasien lansia rawat jalan yang menggunakan obat analgesik dengan tanggal indeks pengobatan (Januari "“ Juni 2019). Analisis data dilakukan dengan program Statistical Product Service Solutions (SPSS) versi 16.0. Hasil: Penelitian ini menunjukan sebanyak 75% pasien menggunakan OAINS; 43,97% pasien menggunakan kombinasi 2 obat analgesik; dan 51,72% pasien menggunakan analgesik ?3-6 bulan. Hasil analisis menunjukan terdapat hubungan bermakna antara lama penggunaan >6-9 bulan (p= 0,029; RR= 0,338; CI95%= 0,112-1,019), serta tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis analgesik (p= 0,208; RR= 1,916; CI95%= 0,641-5,724), dan jumlah analgesik (p= 0,236; RR= 0,567; CI95%= 0,210-1,526) dengan risiko hospitalisasi jatuh. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan lama penggunaan analgesik >6-9 bulan memiliki hubungan yang signifikan untuk terjadinya risiko hospitalisasi jatuh.Downloads
Published
2021-06-11
Issue
Section
Articles