Analisis gugus fungsi dari ekstrak metanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) menggunakan FT-IR

Authors

  • Anis Marselia
  • Sri Wahdaningsih
  • Fajar Nugraha

Abstract

Kulit buah naga memiliki kandungan yang tidak jauh berbeda dengan daging buahnya. Kulit buah naga merah mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang tinggi. Ekstrak kulitnya diketahui mengandung vitamin C, tanin, alkaloid, antosianin, steroid, dan flavonoid. Metode: Pengujian FT-IR untuk menganalisis gugus fungsi pada ekstrak metanol dilakukan dengan menggunakan metode pelet KBr. Ekstrak kental dikeringkan dengan menggunakan metode pengeringan beku (freeze dryer) kemudian digerus bersama KBr dan dibentuk menjadi lempengan tipis (pelet). Pelet dimasukkan ke dalam alat spektrofotometer FT-IR. Hasil: Hasil analisis dari alat FT-IR berupa spektrum dengan puncak-puncak. Hasil gugus fungsi dari ekstrak metanol kulit buah naga merah setelah dilakukan analisis yaitu terdapat gugus fungsi O-H (3374,31 cm-1), C-H pada alkana (2933,90 cm-1), C-H pada alkena (774,97 cm-1), C-H ring aromatik (774,97 cm-1), C-C (635,81 cm-1), C=C (1642,47 cm-1), C-O (1046,74 cm-1), C=O dan C-N (635,81 cm-1). Kesimpulan: Gugus fungsi yang terdapat pada ekstrak metanol kulit buah naga merah adalah O-H, C-H pada alkana, C-H pada alkena, C-H pada cincin aromatik, C-C, C=C, C-O, C=O dan C-N. Perkiraan senyawa yang terkandung dalam ekstrak tersebut adalah senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan steroid.

Downloads

Published

2021-08-16