UJI PENETRASI PROTEIN DAN ASAM AMINO SEDIAAN SALEP KOMBINASI FASE AIR EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) DAN MADU KELULUT (Trigona Sp.) DENGAN PENETAPAN KADAR MENGGUNAKAN METODE KJELDHAL

Authors

  • Rizky Husain
  • Wintari Taurina
  • Mohamad Andrie

Abstract

Peneliti telah melakukan uji aktivitas salep fase air maupun fase minyak pada luka akut stadium II terbuka dan hasilnya menunjukkan daya penyembuhan yang signifikan terhadap kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat krusta dan mempercepat penyembuhan luka, namun terjadi masalah baru yang dihadapi yaitu infeksi, terlihat dari luka yang bernanah, slough, dan bau. Masalah pada luka yang bernanah, slough, dan bau tersebut dapat diatasi dengan penambahan madu kelulut sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penambahan madu kelulut dapat memberikan pengaruh pada profil penetrasi salep. Formula dibuat dalam dua variasi yaitu formula salep tunggal, dan formula salep kombinasi. Hasil uji profil penetrasi nilai fluks menunjukan salep kombinasi memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan salep tunggal. Hasil yang diperoleh dari salep tunggal yaitu jumlah kumulatif terpenetrasi sebesar 1,076 % µ cm -2 jam -1, fluks pada jam ke-18 sebesar 0,060 % cm -2 jam -1, koefisien difusi sebesar 0,0018 cm2/jam, permeabilitas sebesar 0,009 cm/jam, waktu lag sebesar 3,704 jam, dan koefisien partisi sebesar 1. Hasil yang diperoleh dari salep kombinasi yaitu jumlah kumulatif terpenetrasi sebesar 1,179 % µ cm -2 jam -1, fluks pada jam ke 18 sebesar 0,065 % cm -2 jam -1, koefisien difusi sebesar 0,0019 cm2/jam, permeabilitas sebesar 0,0095 cm/jam, waktu lag sebesar 3,508 jam, dan koefisien partisi sebesar 1. Kelompok salep kombinasi memiliki nilai fluks yang lebih besar dibandingkan salep tunggal.

Downloads

Published

2021-10-22