PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGUNJUNG PUSKESMAS KOM YOS SOEDARSO KOTA PONTIANAK TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA SWAMEDIKASI

Authors

  • Taslima Taslima
  • Eka Kartika Untari
  • Nurmainah Nurmainah

Abstract

Penggunaan antibiotik tanpa pengetahuan dan tidak rasional dapat menyebabkan resistensi. Salah satu contoh perilaku penggunaan antibiotik yang bersifat irasional adalah dengan swamedikasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik secara swamedikasi dan mengetahui pola penggunaan antibiotik secara swamedikasi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain yang bersifat survei deskriptif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pengunjung Puskesmas Kom Yos Soedarso Kota Pontianak. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Data yang didapatkan melalui lembar kuesioner diolah dalam beberapa tahap diantaranya editting, coding dan scoring, dianalisa secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil : Data hasil penelitian menunjukkan persentase responden yang pernah melakukan swamedikasi antibiotik sebesar 53% dan yang tidak pernah melakukan swamedikasi antibiotik sebesar 47%. Antibiotik yang sering digunakan adalah Amoksisilin (44%) diikuti Sefadroksil (5%); Kotrimoksazol (3%); Yusimok (3%) dan terakhir Klindamisin (2%). Kesimpulan : Pengetahuan dan perilaku pengunjung Puskesmas Kom Yos Soedarso Kota Pontianak tentang penggunaan antibiotik secara swamedikasi dalam kategori kurang baik (46,44%). Pola penggunaan antibiotik tanpa resep paling banyak menggunakan antibiotik golongan ?-laktam, yaitu amoksisilin Kata kunci : antibiotik, resisten, swamedikasi

Downloads

Published

2021-12-03