Evaluasi Penggunaan Atibiotik pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Komplikasi Ulkus Diabetikum di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak

Authors

  • Julpin Pontian
  • Ressi Susanti
  • Nurmainah Nurmainah

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronik dari penyakit diabetes mellitus. Ulkus diabetikum dapat berkembang menjadi infeksi karena masuknya kuman atau bakteri dan adanya gula darah yang tinggi menjadi tempat yang strategis untuk pertumbuhan kuman. Untuk mencegah serta mengatasi masalah infeksi pada ulkus diabetikum diperlukan pengobatan yang tepat, salah satunya yaitu menggunakan terapi antibiotika. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan tidak tercapainya tujuan terapi dan meningkatkan resiko terjadinya resistensi antibiotik. Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi ulkus diabetikum serta kerasionalan dalam penggunaannya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional yang bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Sampel yang diperoleh berjumlah 33 data rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien penderita diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi ulkus diabetikum paling banyak terjadi pada perempuan (60,61%) dibandingkan laki-laki (39,39%), paling banyak terjadi pada rentang usia 55"“64 tahun (60,61%) dengan tingkat keparahan paling banyak pada derajat III (52,94%). Pola penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah antibiotik dengan terapi tunggal (92,50%) dibandingkan dengan antibiotik kombinasi (7,50%). Antibiotik tunggal yang paling banyak digunakan yaitu levofloksasin (22,50%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik yaitu tepat indikasi (100%), tepat obat (85%), tepat dosis (79,06%), dan tepat interval waktu pemberian (88,37%).

Downloads

Published

2022-01-17