HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KETEPATAN PEMILIHAN OBAT INFLUENZA UNTUK PENGOBATAN MANDIRI DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

Authors

  • Shabrina Adlina
  • Eka Kartika Untari
  • Hadi Kurniawan

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan oleh seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit yang sedang dideritanya tanpa terlebih dahulu melakukan konsultasi kepada dokter. Swamedikasi dilakukan terutama untuk penyakit ringan, seperti influenza. Pengetahuan tentang influenza sangat diperlukan dalam pemilihan obatnya sehingga masyarakat dapat memperhatikan komposisi obat flu yang diminum agar komponen obat sesuai dengan gejala flu yang dialami. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang pengobatan mandiri influenza dan hubungan pengetahuan dengan ketepatan pemilihan obat influenza di kalangan mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak. Desain penelitian ini observasional dengan rancangan potong lintang yang bersifat analitik. Pengambilan sampel dengan teknik quota sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk google form kepada mahasiswa aktif Universitas Tanjungpura. Sampel yang diperoleh sebanyak 99 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 63% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 18% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan 18% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang. Hasil dari ketepatan pemilihan obat menunjukkan bahwa ketepatan pemilihan obat influenza adalah sebesar 55% tepat obat dan 45% tidak tepat obat. Hasil hubungan tingkat pengetahuan dengan ketepatan pemilihan obat didapatkan hasil korelasi tersebut mempunyai taraf signifikansi sebesar 0,026 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan ketepatan pemilihan obat influenza.

Downloads

Published

2022-01-17