Analisis Perbedaan Tekanan Darah pada Akseptor Kontrasepsi Oral Kombinasi yang Memiliki Usia Berisiko Kardiovaskular di Puskesmas Pal III Pontianak

Authors

  • Rani Apriani

Abstract

Penggunaan kontrasepsi oral kombinasi diketahui dapat menimbulkan efek samping berupa peningkatan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji hubungan antara usia akseptor dengan kejadian hipertensi pada akseptor kontrasepsi oral kombinasi dan mengkaji rata-rata tekanan darah pada akseptor kontrasepsi oral kombinasi di Puskesmas Pal III Pontianak. Metode penelitian bersifat analitik observasional menggunakan rancangan studi kohort retrospektif. Pengumpulan data rekam medik akseptor dilakukan pada periode Januari 2020-Juni 2020 kemudian diikuti perkembangan penyakit hingga Juni 2021, lalu diamati kejadian hipertensi. Pengolahan data menggunakan Statistical Product and Service Solution versi 25 dan uji Chi-Square dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia 35- 39 tahun sebesar 53,33% dan kelompok usia 40-49 tahun sebesar 46,66%, sedangkan akseptor mengalami hipertensi sebesar 13,33%, dan yang tidak mengalami hipertensi sebesar 86,66% (p-value=1,000; RR=0,875; CI=0,066-11,542), rata-rata kenaikan tekanan darah akseptor kelompok usia 35-39 tahun terjadi peningkatan tekanan darah sistolik dan tidak terjadi peningkatan tekanan darah diastolik (120,63/75,75 mmHg menjadi 122,88/72,63 mmHg), sedangkan akseptor kelompok usia 40-49 tahun tidak terdapat rata-rata peningkatan tekanan darah sistolik maupun diastolik (134,43/87,57 mmHg menjadi 126,43/82,57). Kesimpulan penelitian, menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan pada akseptor kontrasepsi oral kombinasi terhadap kejadian hipertensi dan terjadi peningkatan rata-rata tekanan darah sistolik pada kelompok usia 35-35 tahun.

Downloads

Published

2022-06-09