OPTIMASI SABUN CAIR ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Roch.var. rubrum) DENGAN VARIASI CRUDE PALM OIL (CPO) DAN KALIUM HIDROKSIDA (KOH)
Abstract
Sabun cair antibakteri banyak diminati masyarakat, tetapi sabun cairantibakteri yang berbasis bahan alam masih sedikit yang dikembangkan. Salah satu
bahan alam yang mempunyai aktivitas antibakteri adalah jahe merah (Zingiber
officinale Rosc var rubrum). Basis sabun cair dapat dibuat dengan cara mereaksikan
asam lemak dan kalium hidroksida (KOH). Salah satu asam lemak yaitu crude palm
oil (CPO). CPO mengandung karotenoid, tokoferol, dan tokotrienol yang sangat baik
untuk kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum
sabun cair variasi CPO dan KOH sehingga menghasilkan sifat fisikokimia dan
aktivitas antibakteri yang baik. Metode yang digunakan untuk memprediksi formula
optimum adalah simplex lattice design (SLD) dengan program Design Expert 7.1.4.
Rancangan formula awal untuk memprediksi formula optimum terdiri dari 5 formula
dengan perbandingan CPO dan KOH berturut-turut 0:100, 25:75, 50:50, 75:25, dan
100:0. Berdasarkan uji antibakteri ekstrak etanol rimpang jahe merah, diperoleh
konsentrasi optimum sebesar 5%. Berdasarkan hasil prediksi dengan menggunakan
metode simplex lattice design diperoleh formula optimum dengan perbandingan CPO
dan KOH sebesar 61,9% (CPO) dan 38,1% (KOH), dengan sifat fisikokimia untuk
bobot jenis sebesar 1,02107 mg/mL, pH sebesar 8,843, viskositas sebesar 14,8218
Poise, dan alkali bebas sebesar 0,07614%. Berdasarkan uji T-test one sample dengan
menggunakan nilai p> 0,05, mengindikasikan bahwa formula hasil prediksi dengan
hasil percobaan tidak berbeda secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa metode
SLD bisa digunakan untuk optimasi formula sabun cair ekstrak etanol rimpang jahe
merah. Berdasarkan uji antibakteri yang telah dilakukan, formula optimum sabun cair
ekstrak etanol rimpang jahe merah mempunyai aktivitas antibakteri.
Downloads
Published
2014-12-08
Issue
Section
Articles