UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL BUAH PEPAYA 2 (Carica papaya L.) DALAM FORMULASI KRIM TERHADAP DPPH (2, 2-diphenyl-1-picrylhydrazil)

Authors

  • Eva Mayawati .

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat aktivitas radikal bebas. Salah satu
tanaman di Indonesia yang mempunyai aktivitas antioksidan adalah buah Pepaya. Penelitian ini
bertujuan mengetahui efektivitas antioksidan dari ekstrak metanol buah pepaya (Carica papaya L.)
yang diformulasikan ke dalam sediaan krim. Pengujian efektivitas antioksidan dilakukan
menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Ekstrak metanol buah pepaya diperoleh
secara maserasi. Ekstrak dilakukan skrining fitokimia dan pemeriksaan vitamin C dengan metode
uji tabung dan uji reaksi warna menggunakan DPHH. Formulasi krim dibuat 5 variasi konsentrasi
yaitu 0,03, 1,03, 2,03, 3,03, dan 4,03%. Efektivitas antioksidan krim diukur dengan
spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515,60 nm untuk mendapatkan persen hambat.
Formula dengan persen hambat terbesar dibuat seri konsentrasi 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm untuk
mendapatkan IC
Krim diuji sifat fisikokimia meliputi uji organoleptis, distribusi ukuran partikel,
uji pH, dan uji hedonik. Hasil skrining fitokimia menunjukan ekstrak mengandung senyawa fenol,
flavonoid, triterpenoid/steroid,dan vitamin C. Formula F5 dengan konsentrasi 4,03% memiliki
persen peredaman terbesar yaitu 81,17 % dengan IC
50.
99,8599 ppm. Hasil pengamatan
organoleptis semua krim menunjukan tekstur yang sama yaitu halus, lembut, dan terlihat
homogen. pH krim berada pada rentang pH produk kulit yaitu 4,5-8,0. Krim bersifat polidispersi
dengan SD > 0,080 dengan ukuran partikel yang berada pada rentang ukuran partikel emulsi yaitu
0,5-50 µm yang menunjukan hasil heterogenitas bentuk dan ukuran partikel krim baik. Hasil Uji
hedonik menunjukan bahwa responden cukup suka hingga sangat suka terhadap semua formula.

Kata kunci : krim, carica papaya, antioksidan

Downloads

Published

2014-12-08