KEANEKARAGAMAN MOLUSKA DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE DI KELURAHAN SETAPUK BESAR KOTA SINGKAWANG

Authors

  • Slamet Rifanjani Program Studi Ilmu Kehutanan Fakultas kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat
  • weny lestari Program Studi Ilmu Kehutanan Fakultas kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat
  • Herlina Darwati Program Studi Ilmu Kehutanan Fakultas kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat
  • Munadian Munadian Program Studi Ilmu Kehutanan Fakultas kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat

DOI:

https://doi.org/10.26418/jhl.v10i3.56889

Abstract

Developing mangrove forests in empty areas will form new habitats for several types of fauna, such as mollusks groups. Mollusks are soft-bodied animals that are commonly found in mangrove ecosystems. Gastropods and Bivalves are two classes that are commonly found living on and in the substrate or found attached to mangrove trees. Mangroves serve as spawning, shelter, foraging, and rearing areas for this group. The role of mollusks in the food chain in the mangrove ecosystem built as detritus eaters helps the availability of nutrients in the substrate. This study aims to determine and examine the diversity of mollusk species in each planting period in the mangrove rehabilitation area, Setapuk Besar Village, Singkawang City. The research was conducted in July 2020 using a purposive sampling technique with the direct observation method at the research location. The observation stations were in the planting years 2007, 2011, 2015, and 2019. The results showed differences in the planting period followed by different mollusks found. At the research site, ten species were found consisting of 2 classes: gastropods and bivalves, gastropods class consisting of 5 families, and two families' bivalves' class. The number of individuals found in the plots at all stations was 434. The mollusk's diversity index value at station 1 = 1.77, station 2 = 1.51, station 3 = 1.28, and station 4 = 1.39, and the overall diversity index value is 1.88. The dominance index value at station 1 = 0.20, station 2 = 0.25, station 3 = 0.31 and station 4 = 0.29. The similarity index value at stations 1 and 2 = 83.33%, stations 1 and 3 = 54.54%, stations 1 and 4 = 46.16%, stations 2 and 3 = 66.66%, stations 2 and 4 = 54.54% and stations 3 and 4 = 80%.
Keywords: Molluscs, Mangrove Rehabilitation, Setapuk Besar Village

 

Pembangunan hutan mangrove pada areal kosong akan membentuk habitat baru bagi beberapa jenis fauna seperti kelompok moluska. Moluska adalah hewan bertubuh lunak yang banyak ditemukan di ekosistem mangrove. Gastropoda dan Bivalvia merupakan dua kelas yang umum dijumpai hidup di atas dan dalam substrat atau dijumpai menempel pada pohon mangrove. Mangrove menjadi daerah pemijahan, berlindung, mencari makan dan pembesaran bagi kelompok ini. Peran moluska dalam rantai makanan di ekosistem mangrove yang terbangun sebagai pemakan detritus membantu kesediaan hara dalam substrat.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji keanekaragaman jenis Moluska disetiap periode penanaman di kawasan rahabilitasi mangrove Kelurahan Setapuk Besar Kota Singkawang. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020 menggunakan metode pengamatan langsung di lokasi penelitian dengan teknik purposive sampling. Stasiun pengamatan berada pada tahun tanam 2007, 2011, 2015 dan 2019. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan periode tanam diikuti dengan perbedaan jenis moluska yang ditemukan. Pada lokasi penelitian ditemukan sebanyak 10 spesies terdiri dari 2 kelas yaitu gastropoda dan bivalvia, kelas gastropoda terdiri 5 famili dan kelas bivalvia 2 famili. Jumlah individu yang ditemukan dalam plot di semua stasiun penelitian sebanyak 434 individu. Nilai indeks keanekaragaman jenis Moluska pada stasiun 1 = 1,77, stasiun 2 = 1,51, stasiun 3 = 1,28, stasiun 4 = 1,39, nilai indeks keanekaragaman secara keseluruhan adalah 1,88. Nilai indeks dominansi pada stasiun 1 = 0,20, stasiun 2 = 0,25, stasiun 3 = 0,31 dan stasiun 4 = 0,29. Nilai indeks kesamaan jenis pada stasiun 1 dan 2 = 83,33%, stasiun 1 dan 3 = 54,54%, stasiun 1 dan 4 = 46,16%, stasiun 2 dan 3 = 66,66%, stasiun 2 dan 4 = 54,54% serta stasiun 3 dan 4 = 80%.

Kata kunci: Moluska, Rehabilitasi Mangrove, Kelurahan Setapuk Besar

Downloads

Published

2022-12-03