PENGARUH PISANG AMBON (Musa Paradisiaca Var Sapientum Linn) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS KHATULISTIWA KECAMATAN PONTIANAK UTARA

Authors

  • Hasan Adzahari .

DOI:

https://doi.org/10.26418/jpn.v3i1.26761

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler dikenal sebagai
sillent killer karena penderita biasannya tanpa mengalami gejala. Salah satu terapi
non-farmakologi untuk hipertensi adalah pisang ambon. Pisang ambon memiliki
kandungan kalium 600 mg. Kalium merupakan mineral yang menjaga
keseimbangan cairan dan elektrolit.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian konsumsi pisang ambon terhadap
tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja UPK Puskesmas
Khatulistiwa kecamatan Pontianak Utara.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain quasi
eksperimen dengan pendekatan pre-test and post-test nonequivalent control group,
responden 34 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Metode pemilihan sampel
menggunakan convenience sampling. Instrument penelitian menggunakan
Sphygmomanometer air raksa dan Stetoskop. 2 buah pisang diberikan dua kali
sehari selama tujuh hari. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann
Whitney.
Hasil: Pada uji Wilcoxon tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi
menunjukkan p-value 0.001, dan pada kelompok kontrol p-value 0.609. Tekanan
darah diastolik pada kelompok intervensi p-value 0.000, dan pada kelompok
kontrol p-value 0.087. Uji Mann Whitney didapatkan p-value > 0.05.
Kesimpulan: Pada uji Wilcoxon penurunan tekanan darah secara signifikan lebih
efektif. Hasil uji Mann Whitney didapatkan bahwa tidak ada perbedaan tekanan
darah pada kelompok intervensi, dan kelompok kontrol, sehingga konsumsi pisang
ambon dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologi dan terapi
tambahan untuk menurunkan tekanan darah.

Downloads

Published

2018-07-20

Issue

Section

Articles