HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PELAKSANAAN TOILET TRAINING PADA ANAK DI PAUD LEMBAGA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (LPA) YAYASAN MUJAHIDIN KOTA PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v3i1.26762Abstract
Latar Belakang : Anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan sejak ia lahir sampai mencapai usia
dewasa. Salah satu tugas perkembangan adalah membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan kepekaan emosi
pada anak. Toilet training merupakan salah satu tugas perkembangan anak pada usia toddler. Berdasarkan
temuan awal secara survey di PAUD Lembaga Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (LPA) Yayasan
Mujahidin, ditemukan bahwa ada sekitar 10 anak dari 20 orang anak di dalam satu kelas yang masih
memakai diapers dan belum bisa mengontrol rasa ingin berkemih. Dari masalah yang ada diatas perlu di
adakannya penelitian terkait adakah hubungan pola asuh orang tua terhadap pelaksanaan toilet training
pada anak di PAUD Lembaga Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (LPA) Yayasan Mujahidin.
Tujuan mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap pelaksanaan toilet training pada anak di
PAUD Lembaga Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (LPA) Yayasan Mujahidin.
Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah
analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 52 responden dengan
Proportional Stratified Random Sampling. Jumlah sampel di tiga kelas PAUD masing "“ masing yaitu,
Kelompok Nisrina sebanyak 17 anak, Kelompok Aqhuwanun sebanyak 17 anak, dan Kelompok Idzuura
sebanyak 18 anak. Penelitian ini menggunakan uji statistik Non Parametrik yaitu Chi Square dengan
p<0,05.
Hasil : Responden dengan pola asuh demokrasi sebanyak 25 responden, otoriter sebanyak 16 responden,
permisif sebanyak 9 responden. Mayoritas responden menerapkan pola asuh yang memiliki anak dengan
toilet training baik demokrasi yaitu 12 anak (42,86%), otoriter 9 anak (32,14%), permisif 7 anak (25%).
Responden dengan pola asuh demokrasi yang memiliki anak dengan toilet training buruk 13 anak
(54,17%), responden dengan pola asuh otoriter yang memiliki anak dengan toilet training buruk 7 anak
(29,17%), responden dengan pola asuh permisif yang memiliki anak dengan toilet training buruk 4 anak
(16,67%). Sehingga didapatkan nilai p sebesar 1,000 (p=>0,05) melalui uji analisa data Kolmogorov
Smirnov.
Kesimpulan tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap pelaksanaan toilet training pada anak
di PAUD Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yayasan Mujahidin. Ada faktor-faktor lain yang
dapat menjadi kontributor penyebab keberhasilan toilet training anak usia toddler.
Kata kunci : Toilet Training, Pola asuh orang tua, Anak, Toddler
1. Mahasiswa
2. Perawat di RSUD Dr. Soedarso Pontianak
3. Dosen