PENGARUH PERAN PERAWAT SEBAGAI KONSELOR TERHADAP RESPON BERDUKA PASIEN HIV/AIDS DI RSJD SUNGAI BANGKONG PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v3i1.26942Abstract
Latar Belakang: Angka kejadian kasus HIV/AIDS di Kota Pontianak menduduki posisi pertama SeKalimantan
Barat sebanyak 2759 orang positif HIV dan yang dinyatakan menderita AIDS sebanyak
1422 orang. Belum ada obat yang mampu menyembuhkan HIV/AIDS. Hal tersebut mengakibatkan
terjadinya perubahan fisik serta stigma yang masih ada di masyarakat menyebabkan tekanan psikologis
pada pasien HIV/AIDS berupa respon berduka terhadap penyakitnya. Peran perawat membantu
mencari jalan keluar atau membantu menentukan keputusan, dalam hal ini tentang HIV/AIDS.
Tujuan: Mengetahui peran perawat sebagai konselor terhadap respon berduka pasien HIV/AIDS di
RSJD Sungai Bangkong Pontianak.
Metode: Menggunakan rancangan quasy eksperiment dengan pre test and post test without control
group. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling berjumlah 15 responden. Analisa
menggunakan uji Wilcoxon. Responden dalam penelitian ini merupakan pasien HIV/AIDS yang
menjalani terapi pengobatan ARV ≤1 tahun.
Hasil: Analisa bivariat respon berduka HIV/AIDS sebelum dan sesudah intervensi, didapatkan nilai
denial (p=0,038), anger (p=0,026), bargaining (p=0,026), dan depression (p=0,014). Tidak terdapat
pengaruh pada acceptace (p=0,440).
Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh peran perawat sebagai konselor terhadap respon berduka pasien
HIV/AIDS fase acceptace di RSJD Sungai Bangkong Pontianak.
Kata Kunci : HIV/AIDS, Respon berduka, Perawat Konselor