PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TINGKAT DEPRESI ANAK DIDIK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II B KABUPATEN KUBU RAYA
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v3i1.27262Abstract
Latar Belakang : Anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) akan merasakan cemas akibat
proses hukum yang dijalani, yang apabila tidak diatasi dapat menimbulkan depresi. Depresi
merupakan suatu kondisi dimana manusia mengalami gangguan alam perasaan (mood) yang
ditandai dengan kemurungan, kelesuan, tidak adanya gairah hidup, sampai perasaan putus asa.
Depresi yang terjadi pada ABH yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) belum
mendapatkan penanganan khusus. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membantu
mengatasi depresi adalah dengan terapi tertawa.
Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada anak didik di
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Kabupaten Kubu Raya.
Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi eksperiment dengan metode pretest and
posttest without control group, yang dilakukan pada 14 anak didik yang mengalami depresi.
Tingkat depresi diketahui dengan mengisi kuesioner Beck Depression Inventory II (BDI-II).
Hasil : Sebelum diberikan terapi diketahui tingkat depresi paling tinggi adalah depresi sedang
sebanyak 57,1% dan paling rendah pada tingkat depresi berat sebanyak 7,1%, kemudian setelah
diberikan terapi diketahui tingkat depresi paling tinggi adalah depresi ringan dan normal dengan
masing-masing 42,9% dan paling rendah pada tingkat depresi sedang yaitu 14,3%. Hasil uji
marginal homogeneity menunjukkan nilai p = 0,006 (<0,05).
Kesimpulan : Terdapat pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada anak didik di
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Kabupaten Kubu Raya. Sehingga
direkomendasikan menggunakan terapi tertawa sebagai terapi rutin.
Kata Kunci : Depresi, tertawa, remaja