Pengaruh Posisi Tidur Semi Fowler 45Ëš Terhadap Kualitas Tidur Pasien Gagal Jantung Di Ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v3i1.27498Abstract
Latar Belakang: Penderita gagal jantung sering terbangun pada malam hari
karena sesak nafas yang menyebabkan kualitas tidur pasien menurun. Hal ini akan
memperlambat pemulihan kondisi klien yang memperpanjang masa long of stay
(LOS) di rumah sakit. Posisi tidur semi fowler dengan sudut 45Ëš merupakan salah
satu tindakan positioning yang dipercaya dapat menekan sesak nafas, sehingga
pasien dapat tidur lebih nyaman dan tidak terbangun pada malam hari.
Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh posisi tidur semi fowler 45Ëš terhadap
kualitas tidur pasien gagal jantung di ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak.
Metodologi: Menggunakan rancangan quasy-experimen dengan pre-post test
controlled grup. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling
dengan sampel berjumlah 16 pada masing-masing kelompok. Analisis data
dengan uji paired sampel t-test dan independent sampel t-test dengan nilai p ≤0,05
Hasil: Karateristik responden rata-rata berusia 45-59 tahun (37,5%) dan berjenis
kelamin laki-laki (81,3%). Tingkat kualitas tidur pada kelompok intervensi
didapatkan nilai p = 0,000 dan kelompok kontrol didapatkan nilai p = 0,184. Pada
perbandingan kualitas tidur antara kelompok intervensi dan kontrol bernilai p =
0,050.
Kesimpulan: Terdapat perubahan kualitas tidur pasien gagal jantung setelah
diberikan posisi semi fowler 45Ëš pada kelompok intervensi dan tidak terdapat
perubahan kualitas tidur pasien gagal jantung pada kelompok kontrol. Terdapat
perbedaan antara kualitas tidur kedua kelompok yang telah diberikan posisi semi
fowler 45Ëš sehingga posisi semi fowler 45Ëš dapat dipertimbangkan untuk menjadi
intervensi mandiri keperawatan dalam menangani masalah tidur pada pasien gagal
jantung.
Kata kunci : Semi Fowler, Kualitas Tidur
Referensi
: 59 (2002-2016)