HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP KEMAMPUAN PENGKAJIAN RISIKO JATUH PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

Authors

  • Yolanda Yuniati .

DOI:

https://doi.org/10.26418/jpn.v3i1.29439

Abstract

Latar Belakang: Salah satu indikator mutu keselamatan pasien dirumah sakit adalah
ketepatan indetifikasi, khususnya indentifikasi pasien risiko jatuh. Ketepatan
indentifikasi ini dapat dilakukan dengan baik apabila perawat mempunyai pengetahuan
dan kemampun yang baik.
Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan kemampuan
pengkajian risiko jatuh pada pasien di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak
Metode: Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental bersifat analitik dengan
pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 30 responden dengan
menggunakan tehnik total sampling. Data tersebut dianalisa dengan menggunakan uji
Fisher Exacts.
Hasil: 12 perawat yang memiliki tingkat pengetahuan baik, 2 perawat mampu melakukan
pengkajian risiko jatuh. Kemudian dari 13 perawat yang memiliki tingkat pengetahuan
cukup, 7 perawat mampu melakukan pengkajian risiko jatuh. Dan dari 5 perawat yang
memiliki tingkat pengetahuan kurang, 4 perawat mampu melakukan pengkajian risiko
jatuh menggunakan skala Morse dan Humpty Dumpty. Hasil uji Fisher Exact = 0,036
(P<0,005)
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan
kemampuan pengkajian risiko jatuh skala Morse dan Humpty Dumpty.
Kata Kunci: Pengkajian Resiko Jatuh, Skala Morse dan Humpty Dumpty, Tingkat
pengetahuan

Downloads

Published

2018-11-06

Issue

Section

Articles