HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT TERHADAP PENERAPAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN PADA TAHAP ADMINISTRASI OBAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v4i1.33086Abstract
Latar belakang: Perawat paling sering terlibat dalam tahap administrasi obat dan
memainkan peran kunci dalam mencegah kesalahan dalam kolaborasi pemberian
obat dengan menerapkan sasaran keselamatan pasien pada tahap adminstrasi obat
sesuai dengan prinsip enam benar dalam pemberian obat. Salah satu faktor yang
dapat mempengaruhi penerapan sasaran keselamatan pasien pada tahap
administrasi obat adalah motivasi kerja. Motivasi kerja perawat dapat dipengaruhi
faktor internal dan eksternal.
Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan motivasi kerja perawat terhadap
penerapan sasaran keselamatan pasien pada tahap administrasi obat di ruang rawat
inap rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.
Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.
Teknik pengambilan sampel total sampling dengan sampel 48. Instrumen yang
digunakan lembar kuesioner dan observasi. Hasil penelitian dianalisa
menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Mayoritas responden memiliki motivasi kerja rendah (56,3%) dan sasaran
keselamatan pasien pada tahap administrasi obat baik (54,2%). Hasil uji ChiSquare
didapatkan nilai p = 0,715 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak ada
hubungan motivasi kerja perawat terhadap penerapan sasasaran keselamatan
pasien pada tahap administrasi obat di ruang rawat inap rumah sakit Universitas
Tanjungpura Pontianak.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan motivasi kerja perawat terhadap penerapan
sasasaran keselamatan pasien pada tahap administrasi obat di ruang rawat inap
rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Disarankan untuk meningkatkan
supervisi oleh kepala ruangan dan perlu ditetapkannya SPO pemberian obat.
Kata kunci: Motivasi, perawat, sasaran keselamatan pasien, pemberian obat
Referensi: 129 (2009-2018)