HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS TIDUR DENGAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP NEGERI 22 PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v4i1.33858Abstract
Latar belakang: Obesitas pada remaja merupakan masalah yang sangat
merugikan karena dapat berlanjut hingga usia dewasa. Prevalensi remaja obesitas
di Kalimantan Barat sekitar 2.295 kasus (2,94%) dari 946,045 jiwa yang
memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan pada tahun 2015. Penyebab obesitas
pada remaja dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan akibat ketidakseimbangan
antara aktivitas fisik dan kualitas tidur.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas
fisik dan kualitas tidur dengan obesitas pada remaja.
Metode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross
sectional. Jumlah sampel 96 orang siswa/siswi kelas VII dan VIII berusia 12-15
tahun. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen yang
digunakan adalah GPAQ, PSQI, dan pengukuran IMT. Data dianalisis dengan uji
korelasi Spearman dan regresi logistik dengan metode Forward.
Hasil: Siswa/siswi remaja sebagian besar memiliki IMT tidak obesitas yaitu
70,8%, aktivitas fisik aktif 85,4%, dan kualitas tidur baik 61,5%. Terdapat
hubungan dengan korelasi lemah antara aktivitas fisik dan obesitas p = 0,002 dan
antara kualitas tidur dan obesitas p = 0,000. Probabilitas remaja dengan aktivitas
fisik tidak aktif dan kualitas tidur yang buruk dapat mengalami obesitas sebesar
83,3%.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan
obesitas dimana aktivitas fisik remaja obesitas dalam penelitian ini cenderung
tidak aktif dan memiliki kualitas tidur buruk dibandingkan dengan kebutuhan
aktivitas fisik atau kualitas tidur yang direkomendasikan pada usia remaja.
Kata Kunci: Remaja, Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur
1
Mahasiswi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
2
Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
3
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Pontianak