PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA DIWLAYAH KERJA UPK PUSKESMAS ALIANYANG
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v4i1.34276Abstract
Latar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan keadaan ketika kadar kolesterol dalam darah ≥ 200
mg/dl. Di Wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang masih banyak penderita hiperkoleterolemia yang
masih belum mengetahui tentang pengobatan komplementer untuk menurunkan kadar koleterol yang
tinggi. Pengobatan komplementer hiperkoleterolemia adalah terapi bekam basah. Kandungan darah
yang dikeluarkan pada saat proses pembekaman mengadung darah kotor, plak-plak, zat toksik yang
menempel pada pembuluh darah yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh termasuk kolesterol.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol pada
penderita hiperkoleterolemia di wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang Kota Pontianak.
Metode : Kuantitatif dengan desain Pre Eksperimen dengan rancangan One Group Pre-Test and
Post-Test. Sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah
responden 14 orang. Analisis statistik penelitian ini menggunakan Uji T berpasangan dan uji
Wilcoxon, dengan tingkat signifikan kolesterol total p <0,05. Kolesterol Triglyserida, HDL dan LDL
dengan tingkat signifikan >0,05.
Hasil : Diketahui bahwa rerata usia responden yaitu 47,29 tahun, dengan usia termuda 45 tahun dan
usia tertua responden 57 tahun. Rerata IMT responden yaitu 23,86 dengan IMT terendah 17 dan IMT
tertinggi responden 33. Berdasarkan uji statistik uji T berpasangan Koletesrol total, triglyserida dan
LDL didapatkan nilai p kolesterol total p = 0,612, triglyserida p = 0,242, LDL = 0,396. Berdasarkan
uji Wilcoxon HDL didapatkan hasil p = 0,71.
Kata kunci : Hiperkolesterolemia, Terapi Bekam, Penurunan Kadar Kolesterol.