HUBUNGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ASUH IBU TERHADAP STATUS STUNTING PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS X KABUPATEN KUBU RAYA
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v4i1.34335Abstract
Latar Belakang : Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia balita disebabkan oleh kekurangan
gizi kronis dalam waktu cukup lama sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk seusianya. Keadaan stunting
merupakan lingkaran setan yang akan berulang dari generasi ke generasi. Salah satu penanganan untuk
mencegah terjadinya stunting adalah dengan dipenuhinya kebutuhan dasar asuh pada anak.
Tujuan : Menganalisis hubungan pemenuhan kebutuhan asuh ibu terhadap status stunting pada balita usia 1-5
tahun di wilayah kerja Puskesmas X Kabupaten Kubu Raya.
Metode : Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, cara pengambilan
sampel consecutive sampling pada 100 responden. Uji bivariat dengan Chi square.
Hasil : Hasil karakteristik responden didapatkan ibu tidak bekerja (45,2%), pendidikan ibu rendah 55 responden
(55%), usia balita stunting 30 balita (46%), jenis kelamin terbanyak mengalami stunting ialah laki-laki sebanyak
25 balita (52%), penyakit infeksi terdapat 34 balita (54,8%), dan pemenuhan kebutuhan asuh tergolong baik
pada 54 balita (54%). Hasil uji chi square menunjukan p = 0,02 (p < 0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan asuh ibu terhadap status stunting pada balita usia 15
tahun
di
Puskesmas
X
Kabupaten
Kubu
Raya.
Kata Kunci : Status Gizi Stunting, Kebutuhan Asuh
Referensi : 86 ( 2008-2018)