HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK PENYAKIT DALAM RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v4i1.34339Abstract
Latar Belakang: Kualitas hidup penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2 menjadi suatu hal yang sangat penting.
Adanya penyakit DM dengan penatalaksanaan yang tidak tepat berdampak pada berbagai komplikasi dan
penurunan kualitas hidup. Untuk meningkatkan kualitas hidup maka diperlukan efikasi diri dan dukungan
keluarga yang baik sehingga dapat berpengaruh pada pembentukan perilaku penatalaksanaan DM yang positif.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DM
tipe 2.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 73
responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan pendekatan consecutive
sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner efikasi diri, kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner
kualitas hidup DM. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square.
Hasil: Usia 61-65 tahun (31,5%), jenis kelamin terbanyak perempuan (53,4%), pendidikan SLTA (32,9%),
status pernikahan terbanyak yaitu menikah (74,0%), lama menderita DM 1-10 tahun (87,7%), ada komplikasi
(58,9%), dan keluarga yang merawat yaitu terbanyak pada keluarga inti (91,8%). Nilai uji Chi-Square untuk
efikasi diri adalah 0,001 (p < 0,05) dan dukungan keluarga 0,026 (p < 0,05).
Kesimpulan: Ada hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DM tipe 2 di
Klinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Soedarso Pontianak.
Rekomendasi: efikasi diri dan dukungan keluarga dapat dijadikan sebagai promosi kesehatan guna
meningkatkan kualitas hidup penderita DM tipe 2.
Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, efikasi diri, dukungan keluarga, kualitas hidup