HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA DI SMK NEGERI 5 PONTIANAK

Authors

  • Eka Putri Fajriani .

DOI:

https://doi.org/10.26418/jpn.v4i1.34376

Abstract

Latar Belakang : Kebiasaan perilaku makan remaja yang kurang baik seperti
makan makanan cepat saji dapat mempengaruhi status gizi dan status kesehatan.
Status gizi yang kurang baik akan mempengaruhi indeks massa tubuh seperti
obesitas dan malnutrisi. Obesitas dan malnutrisi dapat menyebabkan
meningkatnya risiko terjadi penyakit degeneratif dan penyakit infeksi.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan
perilaku makan pada remaja di SMK Negeri 5 Pontianak.
Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 237 responden yang berusia 16-18 tahun. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling.
Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi indeks massa tubuh dan
kuesioner perilaku makan. Uji statistik yang digunakan adalah korelasi Spearman
dengan nilai p < 0,05.
Hasil : Jenis kelamin terbanyak perempuan (62,4%), tingkat ekonomi (uang saku)
dalam kategori rendah (39,7%) minimal sangat rendah Rp 2.500-5.000 maksimal
sangat tinggi Rp 25.000-50.000, kebiasaan makan makanan cepat saji dalam
kategori sering (>2x/minggu) (64,6%), IMT normal (67,9%) minimum 14,0
maksimum 35,0 median 20,0, perilaku makan tidak baik (50,2%) minimum 60
maksimum 91 median 78,00. Nilai uji korelasi Spearman menunjukkan p value =
0,511 (p>0,05). Tingkat korelasi Spearman adalah 0,043 yang menunjukkan
hubungan positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan
perilaku makan pada remaja.
Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh (IMT), Perilaku Makan, Remaja

Downloads

Published

2019-07-22

Issue

Section

Articles