HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN KEKERASAN SEKSUAL OLEH REMAJA DI LAPAS ANAK PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v4i1.34513Abstract
Latar Belakang : Kekerasan seksual adalah tindakan dimana seseorang memaksa orang
lainnya untuk melakukan aktifitas seksual dengan kekerasan. Percabulan dan perkosaan
adalah beberapa bentuk dari kekerasan seksual.Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi
yang mengalami peningkatan kasus kekerasan seksual setiap tahunnya. Kasus kekerasan
seksual di tahun 2018 sendiri, dari 43 kasus kekerasan seksual, 37 kasus diantaranya
dilakukan oleh remaja.Pola asuh adalah salah satu faktor yang berpengaruh besar dalam
kejadian penyimpangan perilaku remaja.
Tujuan : mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pola asuh dengan perilaku
kekerasan seksual pada remaja di lapas anak Pontianak.
Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain Cross Sectional dengan hipotesis
Korrelatif dengan menggunakan responden sebanyak 27 orang. Instrumen yang digunakan
adalah lembar kuesioner Scale Of Parenting Uji yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji
Koefisien Contingency dengan pengambilan keputusan menggunakan nilai V Cramer"™s.
Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan nilai p 0,389 untuk ibu dan 0,186 untuk ayah yang
berarti tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku kekerasan seksual oleh
remaja di Lapas Anak Kelas II Pontianak.
Kesimpulan : Penelitian ini menemukan tidak adanya hubungan antara pola asuh orang tua
dengan kejadian kekerasan seksual oleh remaja di lapas anak Pontianak. Hal ini di pengaruhi
oleh faktor perancu yang tidak terkaji seperti ekonomi, pergaulan dan lingkungan tempat
tinggal responden. Penelitian kualitatif di butuhkan untuk mengkaji lebih dalam tema ini ke
depannya.
Kata Kunci : Pola asuh, Remaja, Kekerasan Seksual