HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI UPK PUSKESMAS SIANTAN HULU
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v4i1.34659Abstract
Latar belakang: Pada masa balita saat pertumbuhan sangat cepat, diperlukan makanan untuk tumbuh
kembang yang seimbang dengan kualitas dan kuantitas yang tepat. Proses tumbuh kembang anak
tersebut bergantung pada pola asuh orang tua. Pola asuh yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan anak yang optimal, sehingga pola asuh dapat menjadi faktor yang mempengaruhi
status gizi balita. Tumbuh kembang erat kaitanya dengan status gizi. Gizi seimbang diperlukan untuk
tumbuh kembang balita dimulai sejak lahir.
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua terhadap status
gizi balita.
Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional epidemiologis dengan pendekatan cross sectional.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 responden. Pengumpulan data status gizi menggunakan alat
ukur tinggi badan dan berat badan dengan menggunakan indeks antropometri BB/TB dan mengukur
peran orang tua digunakan kuesioner. Teknik analisa yang dilakukan secara bivariat menggunakan uji
Kolmogorov-Smirnov untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua terhadap status gizi
balita.
Hasil: Hasil analisis yang diperoleh dari 77 responden, orang tua yang memiliki pola asuh baik
sebanyak 40 orang (51,9%) dan pola asuh kurang baik berjumlah 37 orang (48,1%). Didapatkan hasil
penelitian status gizi anak balita yang berstatus gizi baik sebanyak 50 anak (64,9%), status gizi kurang
berjumlah 21 anak (27,3%), dan status gizi lebih berjumlah 6 anak (7,8%). Didapatkan adanya
hubungan antara pola asuh orang tua terhadap status gizi balita, diperoleh nilai p-value = 0,0002 (p <
0,05) yang berarti Ha diterima.
Kesimpulan: Ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap status gizi balita di UPK Puskesmas
Siantan Hulu.
Kata Kunci: Balita, Pola Asuh, Status Gizi
Referensi: (2008-2017)