TINGGI BADAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA: LITERATURE REVIEW
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v8i1.47571Keywords:
tinggi badan ibu, stunting, balitaAbstract
Latar belakang : Stunting adalah keadaan tubuh yang pendek atau sangat pendek yang terjadi karena kondisi tumbuh dan kembang. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah tinggi badan ibu. Tinggi badan ibu berhubungan dengan pertumbuhan fisik anak. Ibu yang pendek merupakan salah satu satu faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Tujuan : mengidentifikasi hubungan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Metode : Jenis penelitian ini adalah literature review. Literature review dilakukan dengan cara pengidentifikasian dari narasumber dan sumber daya terakreditasi yang relevan dengan tema pembahasan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan kerangka SPIDER. Pemilihan narasumber dan sumber dilakukan dengan menggunakan kriterian inklusi dan eksklusi. Sumber yang terpilih kemudian dilakukan review. Hasil : Tinggi badan ibu mempunyai pengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Genetik pendek pada ibu, akan mempengaruhi tinggi badan balita. Karakteristik ibu yang memiliki tinggi badan pendek membawa faktor genetika yang menyebabkan stunted, karena gen pembawa kromosom pendek kemungkinan besar akan menurunkan sifat pendek tersebut terhadap anaknya. Tinggi badan merupakan salah satu bentuk dari ekspresi genetik, dan merupakan faktor yang diturunkan kepada anak serta berkaitan dengan kejadian stunting. Kesimpulan : Tinggi badan ibu berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Secara genetik orang tua memiliki gen pewaris dalam kromosom dengan tinggi badan pendek akan menurunkan sifat pendek kepada anaknya, karena genetik seseorang diwariskan dari orang tua melalui gen.
Kata Kunci : tinggi badan ibu, stunting, balita
References
Alifarki, L. O., La rangki, Haryati, Rahmawati, Sukurni, dan Wa Ode Salma. (2020). Risk Factors of Stunting in Children Age 24-59 Months Old. Media Keperawatan Indonesia, 3(1): 10-16. DOI: 10.26714/mki.3.1.2020.10-16
Andari, W dkk. (2020). Tinggi Badan Ibu Sebagai Faktor Risiko Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Pleret dan Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Journal off Nutrition College. Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020. 234-240.
Apriningtyas, V. N. dan Kristini, T. D. (2019). Faktor Prenatal yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6-24 Bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. 14(2): 13-17
Aring, E. S., Nova H. Kapantow, dan Maureen I. Punuh. (2018) Hubungan Antara Tinggi Badan Orang Tua dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal KESMAS, 7(4).
Baidho, F. dkk. (2019). Hubungan Tinggi Badan Ibu dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 0-59 Bulan di Desa Argodadi Sedayu Bantul. Jurnal Dspace UII tahun 2020.
Depkes RI. (2018). “Menkes: Cegah Stunting Sedini Mungkinâ€. http://www.depkes.go.id/article/view/18070500003/menkes-cegah-stunting-sedini-mungkin.htm, diakses pada tanggal 11 Juni 2018 pukul 10. 23 (!)
Fajrina, N. (2016). Hubungan Faktor Ibu Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul Tahun 2016. Skripsi. Program Studi Bidan Pendidik Jenjang Diploma IV Universitas ‘Aisyiyah. Yogyakarta.
Fitriahadi, E. (2018). Hubungan Tinggi Badan Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 -59 Bulan. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Aisyiyah Vol 14, No. 1, Juni 2018, pp.15-24.
Hanum, N. H. (2019). Hubungan Tinggi Badan Ibu dan Riwayat Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Amerta Nutrition, 3(2): 78-84. doi: 10.2473/amnt.v3i2.2019.78-84
Kairupan, C. A., Nova H. Kapantow, dan Maureen I. Punuh. Hubungan Antara Tinggi Badan Orangtua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Touluaan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal KESMAS, 7(4).
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). INFODATIN: Situasi Balita Pendek. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak.
Manggala, A. K. dkk. (2018). Risk Factors of Stunting in Children Aged 24-59 Months. Paediatrica Indonesia. 58(5): 205-212.
Miko, A. dan Agus Hendra Al-Rahmad. (2017). Hubungan Berat dan Tinggi Badan Orang Tua dengan Status Gizi Balita di Kabupaten Aceh Besar. Gizi Indonesia, 40(1): 21-34.
Ni’mah, K dan S.R Nadhiroh. (2015). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Media Gizi Indonesia 10(1): 13-19.
Ngaisyah R D, Septriana. (2016). Hubungan Tinggi Badan Orang Tua dengan Kejadian Stunting. Yogyakarta: Universitas Respati Yogyakarta.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta.
Nshimyiryo, A. dkk. (2019). Risk Factors For Stunting Among Children Under Five Years: A Cross-Sectional Population-Based Study in Rwanda Using The 2015 Demograpic and Health Survey. BMC Public Health. 19(175): 1-10.
Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Prawirohardjo, S. (2020). Ilmu Kebidanan. Edisi ke 6. PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.
Ramadhan, H. Liza Salawati dan Sulaiman Yusuf. (2020). Hubungan Tinggi Badan Ibu, Sosial Ekonomi dan Asupan Sumber Zinc Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 3-5 Tahun di Puskesmas Kopelma Darussalam. Jurnal Averrous. Volume 6 No.1 Mei 2020, 55-65.
Ratu, N. Ch., Maureen I. Punuh, dan Nancy S. H. Malonda. (2019). Hubungan Tinggi Badan Orangtua dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal KESMAS, 7(4).
Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018. Kementrian Kesehatan RI.
Setiana, A. (2018). Riset Terapan Kebidanan. Cetakan Pertama. LovRinz Publishing. Cirebon.
Setiawan, E.., Rizanda Machmud, dan Masrul. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2): 275-284.
Siregar, A., & Harahap, N (2019). Strategi dan Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan Publikasi. Yogyakarta: CV BUDI UTAMA
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi Metode R&D. Cetakan Ke-24. Alfabeta. Bandung.
Sulistyawati, A. (2019). Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Salemba Medika. Jakarta.
Sumiaty, dkk. (2017). Relationship of Mother Factors, Breastfeeding and Stunting Pattern in Central Sulawesi. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research. 35(3): 413-420.
Sunarsih, T. (2018). Tumbuh Kembang Anak: Implementasi dan Cara Pengukurannya. Cetakan Pertama. PT Remaja Rosdakarya. Bandung.
Surmita, dkk. (2019). Hubungan Tinggi Badan Orang Tua dan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Riset Kesehatan Poltekes Dekpes Bandung, Volume 11, No 1, Tahun 2019.
Wulandari, Desi dkk. (2016). Analisis Determinan Kejadian Stunting Anak Balita di Pedesaan Demak. Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang