HUBUNGAN STATUS HIPERTENSI DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJADIAN PREMATUR PADA IBU MELAHIRKAN DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpn.v8i1.67946Keywords:
indonesiaAbstract
Latar Belakang : Prematur merupakan salah satu penyumbang terbesar pada kematian perinatal dan neonatus, baik jangka pendek maupun jangka panjang. RSUD dr. Soedarso Pontianak mengalami peningkatan kasus kelahiran bayi prematur setiap tahunnya. Penyebab kelahiran prematur salah satunya terjadi karena adanya gangguan pertumbuhan bayi sewaktu dalam kandungan yang disebabkan oleh penyakit ibu seperti: hipertensi dan anemia dalam kehamilan.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara status hipertensi dan kadar hemoglobin dengan kejadian prematur pada ibu melahirkan di RSUD dr. Soedarso Pontianak.
Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif, responden sebanyak 98 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan buku riwayat/rekam medik. Uji yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji fisher exact test dengan pengambilan keputusan menggunakan nilai exact sig.
Hasil : Umur Lahir bayi 23-38 minggu, rata-rata kehamilan minggu ke-34. Berat badan lahir bayi 500-3700 gram, rata-rata 1991,58 gram. Tekanan darah sistolik ibu melahirkan 90-174 mmHg, rata-rata 122,93 mmHg dan tekanan darah diastolik ibu 50-111 mmHg, rata-rata 75,03 mmHg. Kejadian hipertensi ibu melahirkan terbanyak tidak hipertensi dengan jumlah 63 (68,5%). Kadar hemoglobin ibu melahirkan 7,10-15,20 gr/dL, rata-rata 10,51 gr/dL dan kejadian anemia ibu melahirkan dengan anemia berjumlah 76 (82,6%). Kejadian hipertensi pada ibu melahirkan bayi prematur berjumlah 22 (31,5%) responden dan kejadian anemia pada ibu melahirkan prematur berjumlah 76 (82,6%) responden. Hasil uji fisher exact test hipertensi pada ibu melahirkan bayi prematur menunjukkan p=0,025 dan anemia pada ibu melahirkan bayi prematur menunjukkan p=0,024, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara status hipertensi dan anemia dengan kejadian prematur pada ibu melahirkan di RSUD dr. Soedraso Pontianak.
References
Anggaraini, M.D., & Kolifah. (2016). Gambaran penyebab terjadinya bayi prematur di ruang anggrek RSUD Jombang. Jurnal STIKes Jombang. 1-8.
Aslam, H.M., Saleem, S., Afzal, R., Iqbal, U., Saleem, S.M., Shaikh, M.W.A., Shahid, N. (2014). Risk factors of birth asphyxia. Italian Journal of Pediatrics, 40(94), 1 – 9, doi : 10.1186/s13052-014-0094-2
Burton, G.J., Redman, C.W., Robert, J.M., & Moffett, A. (2019). Pre-eclampsia: patho physiology and clinical implications. BMJ. Jul 15. DOI: 10.1136/bmj.l2381.
Cahyani, W.O.D. (2017). Hubungan antara anemia pada ibu bersalin dengan kejadian prematur di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Naskah Publikasi. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Fatimah, S. V. (2011). Pola Konsumsi dan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil di Kabupaten Moros, Sulawesi Selatan. Makara Kesehatan, 15(1): 31-36.
Gilang, Notoatmodjo, H & Rakhmawatie, M.D. (2012). Faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum (studi di RSUD Tugurejo Semarang). Jurnal Unismus. 11-19.
Kementrian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta: Publikasi Data dan Informasi Kemenkes RI, Diunduh 4 Juni 2019.
Kementrian Kesehatan RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia 2014. Kementrian Kesehatan RI, Diunduh 2 September 2019, dari www.depkes.go.id.
Kementrian Kesehatan RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia 2016. Kementerian Kesehatan RI Jakarta, Diunduh 4 Juni 2019, dari www.depkes.go.id.
Kepmenkes. (2015). Kesehatan Dalam Rangka Sustainable Development Goals (SDGs). Jakarta: http://www.pusat2.litbang.depkes.go.id diakses pada 21 Oktober 2020, pukul 22:25 WIB.
Khosravi, S., Dabiran, S., Lotfi, M., & Asnavandy, M. (2014). Study of the Prevalence of Hypertension and Complications of Hypertensive Disorders in Pregnancy. Open Journal of Preventive Medicine. 4, 860-867.
Latifah, L., Nirmala, S.A., & Astuti, S. (2017). Hubungan antara bayi berat lahir rendah dengan kejadian ikterus di rumah sakit umum daerah soreang periode januari-desember tahun 2015. Jurnal Bidang Midwife Journal. 3 (2), 13-21.
Leveno, K.J., Cunninghan, F.G., Gant, N.F., Alexander, J.M., Bloom, S.L., Casey, J.S., Sheffield, J.S, & Yost, N.P. (2012). Obstetri William: Panduan Ringkas. Edisi 21. Jakarta: EGC.
Maryunani, A. (2016). Buku Praktis Kehamilan dan Persalinan Patologis (Risiko Tinggi dan Komplikasi) dalam Kebidanan. Jakarta: CV. Trans Info Media.
Muhihi, A., Sudfeld, C.R., Smith, E.R., Noor, R.A., Mshamu, S., Briegleb, C., et al. (2016). Risk factors for small-for-gestational-age and preterm births among 19,269 Tanzanian newborns. BMC Pregnancy and Choldbirth. 16:110. DOI: 10.1186/s12884-016-0900-5.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nugroho. (2010). Buku Ajar Obstetri Kebidanan. Nuha Medika.
Nurhayati. (2018). Hubungan preeklamsia dengan kejadian persalinan preterm di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Quality Jurnal Kesehatan. 9(1), 1-41.
Prasetyowati. (2014). Hubungan Hipertensi dan Kurang Energi Kronis dalam Kehamilan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur Tahun 2013. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Volume VII No.2, Diunduh 24 Desember 2019, dari ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id.
Prawirohardjo, S (2012). Ilmu Kebidanan. Jakarta : P.T Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Prawirohardjo, S. (2014). Ilmu Kebidanan Edisi 4. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Pribadi, A., Mose, J. C., & Anwar, A. D. (2015). Kehamilan Risiko Tinggi. Jakarta: CV Agung Seto.
Pritania, A., Rinonce, H. T., Pudjohartono, M. F., Debora, J., Winata, M. G., & Kasim, F. (2018). Anemia pada ibu hamil peserta Program 1000 Hari Pertama Kehidupan di Agats, Asmat, Papua: Prevalensi dan analisis faktor risiko. Journal of Community Empowerment for Health, Volume 1(1), 38.
Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat 2017. Diunduh 2 April 2019, dari www.kemkes.go.id.
Quinn, J.A., Munoz, F.M., Gonik, B. , Frau, L., Cutland, C., Mallet-Moore, T., et al. (2016). Preterm birth: Case definition & guidelines for data collection, analysis, and presentation of immunisation safety data. Vaccine. 34 (2016), 6047-6056.
Satria, E., Amir, A., & Vaulinne. (2019). Hubungan kadar serum erithropoietin dengan transferin pada ibu hamil anemia dan ibu hamil normal. Jurnal Kesehatan Andalas. 8(2), 220-226.
Setiadhi, Y., Kawengian, S.E.S., & Mayulu, N. (2016). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada kehamilan di Kota Manado. Jurnal e-biomedik (eBm). 4(2), Juli-Desember.
Sudiat, M., Setiawan, M. R., & Azzahra, I. (2016). Anemia Sebagai Faktor Risiko Persalinan Prematur. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang.
Ulfa, A., Ariadi, & Elmatris. (2017). Hubungan Antara Anemia pada Ibu Hamil dan Kejadian Persalinan Preterm di RSUP M. Djamil Padang Tahun 2013. Jurnal Kesehatan Andalas; 6(3).
Wahyuni, S., & Fauzia. (2017). Hubungan faktor ibu dengan kejadian asfiksia di RSUD Kota Bogor. Jurnal Bidan “Midwife Journalâ€. 3(2), 40-46.
World Health Organization. (2016). Born Too Soon: The Global Action Report on Preterm Birth, Geneva: WHO.
World Health Organization. (2014). Haemoglobin Concertrations for The Diagnosis of Anaemia and Assessment of Severity. World Health Organization, Diunduh 28 Juli 2019, dari http://www.who.int.
World Health Organization. (2019). Preterm Birth. World Health Organization, Diunduh 30 Juli 2019, dari http://www.who.int.