Pengaruh aktivitas fisik jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi : Literature review

Authors

  • Ayu Cahyani Cahyani Tanjungpura University
  • Ayu Cahyani CAhyani

DOI:

https://doi.org/10.26418/jpn.v8i1.72777

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi masih menjadi penyebab kematian tertinggi dan merupakan infeksi Antisipasi dan Pengendalian Penyakit Tidak Dapat Dipindahtangankan yang tertinggi saat ini berdasarkan hasil laporan Service of Wellbeing tahun 2019. Metode: Teknik yang digunakan adalah dengan menelusuri basis informasi elektronik Pintu Eksplorasi, Pintu Masuk Garuda, dan Google Researcher. Hasil: Delapan artikel yang digunakan dalam audit tersebut, semuanya menunjukkan bahwa kualitas penderita hipertensi bergantung pada usia antara 50 hingga 65 tahun dengan sebagian besar responden adalah perempuan, kemudian dilihat dari denyut nadi, yaitu tekanan darah sistolik tertentu ≥130 mmHg. dan diastolik ≥80 mmHg, dan mengingat jangka waktu pengobatan. Kesimpulan: Terdapat pengaruh kerja aktif jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi, khususnya pada lansia. Aktifitas berjalan kaki sangat dipengaruhi oleh lama atau rentang waktu berjalan dilakukan.

Kata kunci: Aktivitas fisik jalan kaki, hipertensi, olahraga jalan kaki, penurunan tekanan darah, tekanan darah tinggi

Author Biography

Ayu Cahyani Cahyani, Tanjungpura University

Nursing

References

American Heart Association. (2009). Heart Disease and Stroke Statistics,darihttp://www.ahajournals.org/doi/10.1161/CIRCULATIONA HA.191259

American Heart Association. (2017). 2017 Guideline for the Prevention,Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure in Adults. Guidelines Made Simple. A Selection of Tables and Figures. Guidelines Made Simple A Selection of Tables an Figue, dari http://acc.org/GMSHBP .

Andi, N., R. Nurmiyanti., N. Rismawati.,S. (2017). Effect Of 30 Minutes Walking On Blood Pressure Of Elderly In Paccerakkang District Of Makassar. Indonesian Contemporary Nursing Journal, 3(2),36-42.

Andi, S.,S., Rezky, A.,Y. Nyla., H. (2020). Pengaruh Aktivitas Jalan Pagi Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mappakasunggu Pare-pare. Journal of Aafiyah Health Research,1(2).

Araujo, J. P., Silva, E. D., Silva, J.C., Souza, T. S., Lima, E.O., Guerra, I., Sousa, M.S. (2014). The acute effect of resistance exercise with blood flow restriction with blood flow restriction with hemodynamic variables on hypertensive subjects. Journal of human kinetics. 43, 79-85. Doi : 10.2478/hukin-2014- 0092.

Aulia, Fitri. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan hipertensi oleh masyarakat diwilayah kerja puskesmas salido kabupaten pesisir selatan tahun 2017. Padang : Universitas Andalas.

Cooke, A., Smith, D., & Booth, A. (2012). Beyond PICO : The SPIDER tool for qualitative evidence synthesis. Qualitative Health Research, 22(10), 1435– 1443.

Desy, A. & Santi, M. (2018). Hubungan Karakteristik dan obesitas sentral dengan kejadian hipertensi. Jurnal berkala epidemiologi, 6(1), 40-50. Doi: 10.20473/jbe.v6i12018

Dian, I.,P.,Mujib, H., & Leviana,D.,C. (2017). Pengaruh Jalan Pagi Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lanjut Usia Dengan Hipertensi Di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Jurnal Ners LENTERA, 5(1).

Endi, S. Pengaruh Aktivitas Fisik Jalan Pagi Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Penyakit Hipertensi Di UPT PSTW Khusnul Khotimah Pekanbaru.

Jamaludin, Karyadi, & Siti.,M. (2020). Pengaruh Jalan Santai Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hpertensi Warga RW 005 Pisangan Barat Ciputat.

Hassanudin, Ardiyani, M.V., Perwiraningtyas, P. (2018). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Masyarakat Penderita Hipertensi DiWilayah Tlogosuryo Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Nursing New, 5(1), 795-796.

Huawida. (2019). Statistika Deskriptif. Banjarmasin: POLIBAN PRESS.

Iswayuni, S. (2017). Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dan Hipertensi

Pada Lansia. Jurnal Profesi, 14(2), 2-3.

Irwan. (2018). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Yogyakarta. Deepublish.

Jajuk, K., Nur, H., Eko, G. (2016). Hubungan jenis kelamin dengan intensitas pada lansia di wilayah kerja puskesmas lakbok kabupaten ciamis. Mutiara medika. 16(2), 45-51.

JNC. (2004). The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evalution, and Treatment of High Blood Pressure. (pp. 12). Amerika Serikat : Department Of Health and Human Service

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Mengenal Jenis Aktivitas Fisik. Diunduh 23 Juni, 2018, dari https://promkes.kemkes.go.id/content/?p=8807

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Klasifikasi Hipertensi. Diunduh 12 Mei, 2018, dari http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensipenyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/28/klasifikasi-hipertensi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Faktor Risiko Penyebab Hipertensi. Diunduh 13 Mei, 2019, dari http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantungdan-pembuluh-darah/page/14/faktor-risiko-penyebab-hipertensi

Khomarum, Nugroho, M.A., & Wahyuni, E.S. (2014). Pengaruh Aktivitas Fisik Jalan Pagi Terhadap Penurunan Tekanan Darah ada Lansia Dengan Hipertensi stadium I di Posyandu Lansia Desa Makamhaji : Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, 3, 97-123

Downloads

Published

2023-11-28

Issue

Section

Articles