KARAKTERISASI ARANG AKTIF KULIT BIJI KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) SEBAGAI BIOSORBEN GAS H2S
Abstract
Penelitian ini mengkarakterisasi limbah kulit biji karet sebagai biosorben gas H2S. Kulit biji karet dikarbonisasi pada suhu 400ËšC selama 2 jam, diaktivasi dengan perendaman dalam H3PO4 10% selama 24 jam dan dipanaskan pada suhu 400ËšC selama 2 jam. Hasil analisa kadar air sebesar 3,7% dan kadar abu 8,6%. Hasil SEM menunjukkan bahwa karbon setelah aktivasi memiliki struktur pori yang lebih jelas dan lebih banyak daripada sebelum aktivasi. Hasil GSA menunjukkan luas permukaan arang aktif 73,438 m2/g terjadi peningkatan 8,5 kali dibanding sebelum aktivasi, volume total pori 0,0448 cc/g, diameter pori 3,07 nm sesuai untuk penyerap gas H2S, grafik isotherm menunjukkan tipe mikropori. Biosorben arang aktif kulit biji karet mampu mengurangi konsentrasi H2S dari 58,435 ppm menjadi 4,109 ppm atausebesar 92,96% pada massa adsorben 15,174 g.Kemampuan adsorpsi biosorben terhadap gas H2S sebesar 5,04 ppm/g. Hasil karakterisasi secara umum menunjukkan bahwa arang aktif kulit biji karet dapat digunakan sebagai biosorben gas H2S.