EKSTRAKSI MINYAK MIKROALGA Nannochloropsis oculata MENGGUNAKAN METODE TEKANAN OSMOTIK

Authors

  • Fransiskus Dedi Program Studi Magister Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura

Abstract

Nannochloropsis oculata berpotensi sebagai bahan baku biodiesel karena memiliki kandungan minyak yang tinggi. Ekstraksi minyak N. oculata dapat dilakukan dengan metode tekanan osmotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan osmotik terhadap rendemen minyak, kondisi tekanan osmotik yang optimum, serta komposisi asam lemak pada N. oculata kondisi basah dan kondisi kering. Proses ektraksi minyak N. oculata pada penelitian ini menggunakan variasi tekanan osmotik 0, 25, 50, 75 dan 100 atm. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen minyak tertinggi diperoleh pada perlakuan 75 atm (5,49%) untuk N. oculata basah dan pada perlakuan 0 atm (4,18%) untuk N. oculata kering. Hasil uji korelasi Pearsonmenunjukkan bahwa tekanan osmotik berkorelasi positif dengan rendemen minyak N. oculatakondisi basah (R= 0.643, Sig < 0.05), namunberkorelasi negatif dengan rendemen minyak N. oculatakondisi kering (R= -0.112, Sig > 0.05). Hasil ujibeda nyata menunjukkan bahwa rendemen minyak N. oculata basah pada perlakuan 75 atm berbeda nyata dengan perlakuan 0 atm dan 25 atm (sig < 0,05). Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa N. oculata kondisi basah memiliki komposisi asam lemak yang didominasi oleh palmitat (32,12%), palmitoleat (25,24%), eikosapentaenoat (15,15%) dan miristat (8,86%). Sedangkan N. oculata kondisi kering didominasi oleh palmitat (37,46%), palmitoleat (26,81%), miristat (10,25%) dan eikosapentaenoat (8,99%). Kesimpulan penelitian ini adalah metode tekanan osmotik cukup efektif untuk mengekstrak minyak N. oculata pada kondisi basah dengan rendemen tertinggi ditemukan pada perlakuan 75 atm (5,493%) dan asam lemakpaling tinggi adalah asam palmitat (32.12%).

Downloads