KAJIAN KRITIS HERMENEUTIKA FRIEDERICH SCHEIERMACHER Vs PAUL RICOEUR

Authors

  • Martono Martono FKIP Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/ekha.v1i1.31713

Abstract

Abstrak: Manusia tidak dapat menghindar dari membuat interpretasi (hermeneutika). Eksistensi manusia merupakan suatu proses penafsiran yang terus berlangsung dan interpretasi merupakan kegiatan paling dasar pikiran manusia. Interpretasi yang dilakukan terhadap teks, serta tanda-tanda yang dapat dipahami manusia. Semua wacana, apakah dokumen hukum, kitab suci, karya sastra, seni pada hakikatnya sama. Semua teks menggunakan bahasa sebagai media komunikasi. Kemampuan pembaca memahami (Verstehen) teks merupakan masalah pokok. Pemahaman adalah suatu rekonstruksi, bertolak dari ekspresi yang selesai diungkapkan   kembali ke suasana kejiwaan ekspresi itu diungkapkan. Teks yang dapat diinterpretasikan bukan hanya pada teks, tetapi dapat juga kepada setiap tindakkan manusia yang memiliki makna, yakni tindakan manusia yang disengaja untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mengkajian teks yang dipakai untuk berkomunikasi dapat menggunakan hermeneutik Friederich Scheiermacher dan hermeneutika Paul Ricoeur. Tiap pakar memberikan solusi langkah-langkah untuk mengkaji teks.

                     

                      Kata Kunci: Bahasa, Simbol, Hermeneutika

References

Bleicher, Josef. 1980. Contemporary Hermeneutics, Hermeneutics as Method, Philosophy and Critique. London: Routledge and Kegan Paul.

Gadamer, H. G. 2004. Kebenaran dan Metode Pengantar Filsafat Hermeneutika. Terjemahan Ahmad Sahidah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Habibie, 1998. “Bahasa Indonesia dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Modernâ€. Dalam Hasan Alwi dkk. Bahasa Indonesia Menjelang Tahun 2000. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud.

Harb, Ali. 2003. Hermeneutik Kebenaran. Terjemahan Sunarwoto Dema. Yogyakarta: LKiS

Hidayat, K. 1996. Memahami Bahasa Agama: Sebuah Kajian Hermeneutika. Jakarta: Paramadina.

Palmer, R. E. 1969. Hermeneutika. Teori Baru Mengenai Interpretasi. Terjemahan oleh Musnur Hery & Damanhuri Muhammed. 2003. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Poespoprodjo, S. 1987. Interpretasi: Beberapa Catatan Pendekatan Filsafatinya. Bandung: CV Remadja Karya

Ricoeur, P. 1934 “ Metaphor and the Main Problem of Hermeneuticsâ€. Dalam Mario J. Valdes (editor). A Ricoeur Reader :Reflection and Imagination. New York: Harvester Wheatsheaf.

Ricoeur, P. Tanpa Tahun. Filsafat Wacana Membelah Makna dalam Anatomi Bahasa. Terjemahan Musnur Hery. 2003. Yogyakarta: IRCiSoD.

Ricoeur, P.1985, Hermeneutics and the Human Science. Dalam Jhon B. Thomson ed. Canbridge: Cambridge University Press.

Ricoeur, P. Tanpa Tahun. Hermeneutics of Metafhor. (online), (http://www.actus.org/metafhor.html diakses pada 18 November 2018).

Saryono, Djoko. 2003. Hermeneutik Sebagai Piranti Analisis Dimensi Nilai Budaya (dari) Karya Sastra. Makalah. Malang: tidak diterbitkan.

Sumaryono, E. 2000. Hermeneutika: Sebuah Metode Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.

Todorov, Tzvetan, 1985. Tata Sastra. Jakarta: Djambatan

Downloads

Published

2019-04-11

Issue

Section

Articles