CAMPUR KODE BAHASA MADURA TERHADAP BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN NARASI SUGESTIF SISWA KELAS V SD

Authors

  • Mochammad Afrizal Fakhrudin Universitas Jember
  • Suhartiningsih Suhartiningsih Universitas Jember
  • Fajar Surya Hutama Universitas Jember
  • Hari Satrijono Universitas Jember
  • Nindy Nurdianasari Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.26418/ekha.v3i2.41617

Keywords:

Campur kode, Karangan Narasi Sugestif

Abstract

Abstrak

Campur kode merupakan peristiwa bercampurnya 2 atau lebih ragam bahasa pada suatu tindakan berbahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud campur kode bahasa Madura terhadap bahasa Indonesia pada karangan narasi sugestif siswa kelas V SD 4 serta faktor penyebabnya. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Karangrejo 04 Jember. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan memverifikasi data. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa bentuk campur kode yang terjadi meliputi campur kode berwujud kata dasar, kata berimbuhan, dan kata ulang. Campur kode yang sering terjadi ialah campur kode kata dasar. Faktor yang menjadi latar belakang munculnya campur kode bahasa Madura terhadap bahasa Indonesia pada karangan narasi sugestif yang dibuat oleh siswa adalah faktor lingkungan dan teman dekat.Campur kode merupakan peristiwa bercampurnya 2 atau lebih ragam bahasa pada suatu tindakan berbahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud campur kode bahasa Madura terhadap bahasa Indonesia pada karangan narasi sugestif siswa kelas V SD 4 serta faktor penyebabnya. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Karangrejo 04 Jember. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan memverifikasi data. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa bentuk campur kode yang terjadi meliputi campur kode berwujud kata dasar, kata berimbuhan, dan kata ulang. Campur kode yang sering terjadi ialah campur kode kata dasar. Faktor yang menjadi latar belakang munculnya campur kode bahasa Madura terhadap bahasa Indonesia pada karangan narasi sugestif yang dibuat oleh siswa adalah faktor lingkungan dan teman dekat.

References

Chaer, A. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Husna, A. (2016). Campur Kode Dalam Karangan Narasi Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manbaul Ul um Pondok Pesantren

Asshiddiqiyah II Batu Ceper, Tangerang. Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Keraf, G. (1994). Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Nababan. (1993). Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Nugroho, A. (2011). Alih Kode dan Campur Kode Pada Komunikasi Guru-Siswa di SMA Negeri 1 Wonosari Klaten. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Ohoiwutun, P. (1997). Sosiolinguistik memahami bahasa dalam konteks masyarakat dan kebudayaan. Jakarta: Kesaint Blanc.

Rohmadi, M. (2014). Kajian Pragmatik Percakapan Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pedagogia, Vol. 17, No. 1.

Suparlan. (2014). Campur Kode Dalam Karangan Siswa Kelas VI SDN Balongcabe Kecamatan Kedung Adem Kabupaten Bojonegoro. EDU-KATA, Vol. 1, No. 2.

Suwito. (1983). Pengantar Awal Sosiolinguistik Teori dan Problema. Surakarta: Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret.

Wulandari, D. (2016). Campur Kode Dalam Cerpen Karangan Siswa Kelas X IPA 4 SMAN 9 Bandung Tahun Ajaran 2015/2016. Thesis. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Wulansari, O. M. (2016). Campur Kode Dalam Tuturan Siswa dan Guru Pada Pembelajaran Kelas XI IPS SMA Negeri 3 Probolinggo. Skripsi. Jember: Universitas Jember.

Zuchidi, D. (2015). Bahasa Indonesia SMP/MTs K-13 Revisi. Jakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Downloads

Published

2020-12-15