SKEMA AKTAN DAN SKEMA FUNGSIONAL DALAM CERITA RAKYAT CIUNG WANARA KARYA BAMBANG ARYANA SAMBAS

Authors

  • Ratna Ratna Universitas Negeri Jakarta
  • Tania Intan Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.26418/ekha.v4i2.46120

Keywords:

skema aktan, skema fungsional, Ciung Wanara

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkap bentuk skema aktan dan fungsional dalam cerita rakyat  Ciung Wanarakarya Bambang Aryana Sambas. Metode penelitian yang digunakan ini adalah metode penelitian deskriptif, yaitu dengan memberikan penggambaran sistematis mengenai fakta peristiwa di dalam alur cerita. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka. Data selanjutnya dikategorisasi, diinterpretasi, dan dikaji dengan teori-teori yang relevan. Sumber data penelitian ini berupa teks tertulis dan sumber data lain yang relevan. Hasil yang ditemukan di dalam penelitian ini adalah adanya hubungan bentuk skema aktan dan fungsional dalam cerita rakyat  Ciung Wanarauntuk mendukung pembentukan alur cerita. Penelitian ini juga menemukan adanya pertemuan dua alur tokoh yang kemudian bergabung menjadi satu.

Author Biographies

Ratna Ratna, Universitas Negeri Jakarta

Pendidikan Bahasa Perancis

Tania Intan, Universitas Padjadjaran

Departemen Susastra dan Kajian Budaya

References

Adeani, S.I. (2018). "Nilai-nilai Religius dalam Cerita Rakyat Ciung Wanara." Jurnal Literasi. Vol. 2 No.1, April 2018, hlm. 47-55.

Busyrah, H. (2012). “Model Aktansial dan Fungsional Greimas pada Sepuluh Cerkak dalam Antologi Geguritan Lan Cerkak Pisungsung.†Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.

Cerita Rakyat Dongeng: Ciung Wanara. (2015, November 3). Retrieved April 29, 2020, from https://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-sunda-dongeng-ciung-wanara/

Escarpit, R. (2005). Sosiologi Sastra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Ikram, A. (2008). Beraksara dalam Kelisanan (dalam Meteodologi Kajian Tradisi Lisan), Pudentia (editor). Jakarta: ATL.

Indriani, Y. (2018). “Respons Anak terhadap Cerita Rakyat Malin Kundangâ€. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra (JIBS). Vol. 5, No.2, hlm. 95-102.

Meliasanti, F. (2019). "Struktur dan Peran Mitos dalam Novel Ciung Wanara Karya Ajip Rosidi." Jurnal Salaka. Vol. 1 No.1, April 2019, hlm. 17-32.

Moleong, L.J. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Mustafa. (2017). "Skema Aktan dan Fungsional Cerita Sangbidang". Sawerigading. Vol. 23, Desember 2017, hlm. 205-216.

Praramdana, G.K. dkk. (2020). “Nilai Moralitas dalam Legenda Masyarakat Sunda “Ciung Wanara†Versi Pleyte (CWP) “Tjarita Tjioeng Wanara†(Pendekatan Semantik).†Semantik. Vol. 9, No. 1, hlm. 51-58.

Rahman, Fauzi. (2018). “Perbandingan Legenda Ciung Wanara dengan Cindelaras serta Kajian Budaya Lokalâ€. Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra. Vol. 11, No. 1, hlm. 31-44.

Seli dkk. (2019). "Narrative Structure of Ne' Baruakng Kulup Tale Oral Literature of Dayak Kanayatn: A Study of Actantial A.J. Greimas." ICoTE. Vol. 2, hlm. 61-71.

Susanto, D. (2012). Pengantar Teori Sastra (Dasar-Dasar Memahami Fenomena Kesusastraan: Psikoanalisis Sastra, Strukturalisme, Formalisme Rusia, Marxisme, Interpretasi dan Pembaca, dan Pascastrukturalisme). Yogyakarta: CAPS.

Suwondo, T. (2011). Studi Sastra (Konsep Dasar Teori dan Penerapannya pada Karya Sastra. Yogyakarta: Gama Media.

Wulandari, S. dkk. (2020). “Skema Aktan dan Struktur Fungsional A.J Greimas dalam Cerita Asal Mulo Jambi Tulo dan Jambi Kecikâ€. Penaliterasi Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. hlm. 50-61.

Downloads

Published

2021-10-29