STUDENT"™S ENGLISH INDONESIAN NOUN PHRASES TRANSLATION MISTAKES

Authors

  • . Julianto English Language Education Study Program of FKIP UNTAN Pontianak
  • Y. Gatot Sutapa Y English Language Education Study Program of FKIP UNTAN Pontianak
  • Luwandi Suhartono English Language Education Study Program of FKIP UNTAN Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jppk.v4i6.10614

Abstract

Abstract: This study aimed at finding out the English-Indonesian (interlingual) noun phrases translation mistakes in the translation class of FKIP/PBS Tanjungpura University Pontianak. This research used case study method. The research subject was 5 unique translation products in the translation class. The study found that students made mistakes in interlingual noun phrases translation. The students"™ mistranslated noun phrases percentage was decreased 25% after the revision. The analysis discovered the mistranslation related to problem of non-equivalence: the source and the target language made distinction in meaning, the target language lacks a specific term (hyponym), differences in expressive meaning. Therefore, the students must comprehend the source and target language principles, re-check the translation products before perform it, and gave revision to students who produced low quality translation.

Keywords: Interlingual Translation, Case Study, Revision.

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menemukan kesalahan dalam penerjemahan frasa nomina antarbahasa oleh mahasiswa/i kelas translation di FKIP/PBS Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode penelitian yang di terapkan adalah studi kasus. Adapun 5 terjemahan mahasiswa/i dalam kelas translation yang dijadikan subyek penelitian karena dianggap unik. Penelitian ini menemukan mahasiswa/i melakukan kesalah terjemahan. Persentase kesalahan penerjemahan frasa nomina berkurang 25% setelah melakukan revisi. Analisa menemukan kesalah terjemahan berkaitan dengan masalah ketidak setaraan; bahasa sumber dan bahasa target membuat perbedaan makna, bahasa target kekurangan hiponim, dan perbedaan makna ekspresi. Oleh karena itu, mahasiswa/i harus lebih memahami prinsip bahasa sumber dan bahasa target, meninjau kembali hasil terjemahan sebelum ditampilkan, dan diberikan kesempatan untuk merevisin apabila terjemahannya belum memuaskan.

Kata Kunci: Terjemahan antar Bahasa, Studi Kasus, Revisi

Downloads

Published

2015-06-30

Issue

Section

Articles