KAJIAN MUSIK TOTOKNG SUKU KANAYATN KABUPATEN LANDAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jppk.v4i11.12345Abstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi musik Totokng, dan kontekstual musik Totokng Suku Kanayatn Kabupaten Landak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan etnomusikologi. Hasil analisis data Musik Totokng diambil dari kajian musik Totokng tentang melodi, ritme, tempo, motif, nada, notasi balok dan birama. Musik Totokng ada ketika pada zaman dahulu masyarakat suku Kanayatn masih melakukan ngayau(memenggal kepala musuh). Penyambutan para laki-laki yang pulang dari mengayau disebut oleh masyarakat suku Kanayatn sebagai Totokng, dan musik Totokng sampai sekarang ini masih menjadi bagian penting dalam proses ritual upacara adat Notokng yaitu upacara ritual memberi makan para arwah ngayau (terbunuh) dalam perang. Komposisi tabuhan pada musik Totokng meliputi tiga instrumen yaitu instrumen Dau (Kenong) berjumlah dua atau tiga orang pemain, Agukng (gong) berjumlah satu orang pemain dan Kubeh (bedug) berjumlah satu orang pemain. Musik Totokng dimainkan pada saat ritual upacara adat Notokng yaitu pada saat ayam jago merah disembelih dan musik Totokng dimainkan dalam rumah adat Totokng yang berada ditengah-tengah Dusun Simpang Pasir Desa Sidas Kabupaten Landak. Musik Totokng boleh dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan dan boleh juga dimainkan oleh anak-anak dengan syarat memainkan musik Totokng ini harus terlebih dahulu paham akan musik tersebut.
Kata kunci: kajian, musik Totokng, suku Kanayatn
Abstract: This research aims to know a music composition, and a contextual music of Totokng Kanayatn ethnic Landak. Research methodology used by descriptive method with a form of qualitative research and ethnomusicology approach. The results of the data analysis Totokng music taken from melody, rhythm, due, motives, tone, notation of a bean and measure. Music Totokng can be exists because in ancient history when the Kanayatn ethnic community still do ngayau (beheading the enemy). Welcoming the men who were returning from headhunting called Kanayatn ethnic as Totokng, and this is until now is still an important part in the ceremonial ritual Notokng that is rites to give food to the spirit has been killing in flighting. Music composition Totokng includes by three instruments that Dau instruments (kenong) amounted to teo or three players, Aguakng (gong) amounted to one player and Kubeh (bedug) accounted for one player. Music Totokng played during ritual ceremonies Notokng is on coaster be killed and music Totokng played in custom homes that are in the middle of the village Simpang Pasir Sidas Landak. Totokng music may be played by men and women and may also be played by children with this condition plays music Totokng will first need to understand the music.
Keywords:research, music Totokng, Kanayatn Ethnic