STRUKTUR DAN FUNGSI CERITA RAKYAT MASYARAKAT BUGIS TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA

Authors

  • . Gunawan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untan,Pontianak
  • Chairil Effendy Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untan,Pontianak
  • A.R. Muzamil Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untan,Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jppk.v6i3.19114

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan fungsi pada cerita rakyat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil analisis cerita menunjukan alur maju pada cerita Asal-Muasal Keroak Bangkai dan Manusia yang Berubah Menjadi Kera sedangkan pada cerita Ikan Roan Ajaib memiliki alur campuran. Latar yang terdapat pada ketiga cerita rakyat ini yaitu latar tempat, latar waktu dan latar sosial. Tokoh dalam cerita Asal-Muasal Keroak Bangkai yaitu Sabe"™, Were"™, Nenek, dan anak nenek. Tokoh dalam cerita Manusia yang Berubah Menjadi Kera yaitu Mak Temmah, Sulung, penguasa hutan, dan teman bermain Sulung. Tokoh dalam cerita Ikan Roan Ajaib yaitu Wak Majja"™, Makke"™, ikan roan, Dol Halle"™, anak Dol Halle"™, orang pincang, orang Bugis Sulawesi,  tokoh agama,   dan pencuri. Tema yang terdapat dalam cerita Asal-Muasal Keroak Bangkai ialah penyesalan   seoarang istri   karena kecerobohannya. Tema yang terdapat   dalam cerita Manusia yang Berubah Menjadi Kera ialah anak yang durhaka kepada orang tuanya sedangkan tema yang terdapat   dalam cerita Ikan Roan Ajaib ialah seekor ikan roan yang membawa keajaiban. Fungsi cerita rakyat yaitu sebagai media pengajaran, sebagai alat pewaris tatacara hidup tradisional, sebagai cara penyampaian asal-usul kejadian, sebagai alat pengesahan adat kebiasaan, sebagai alat pendidikan, sebagai alat pengendalian sosial, dan sebagai hiburan.

Kata kunci: struktur, fungsi,cerita rakyat

Abstract: This study aimed to determine the structure and function of the folklore. This research used descriptive method. The results of the analysis showed that the story of the Origin of Keroak Bangkai and Man Transformed into apes had progressive plot while the story of Roan Magic Fish had a flashback plot. The Setting contained in these folklores were place setting, time setting and social setting. The characters in the story of The Origin of Keroak Bangkai were Sabe ', Were', Grandma, and the child's grandmother. The characters in the story of Man Transformed into apes were Mak Temmah, Sulung, the ruler of the forest, and Sulung"™s playmates. The The characters in the story of Roam Magic Fish were Majja Wak ', Makke', Roan, Dol Halle ', Dol Halle"™s child', the gimp, the Buginese of Sulawesi, religious leaders, and thieves. The theme in the story of The Origins of Keroak Bangkai was a wife remorsed for his indiscretions. The theme in the story of Man Transformed into Apes was children againsted their parents while the theme in the story of Roam Magic Fish was a Roan fish brought the magic. The function of folklore were as teaching medium, as a means of traditional living heir procedures, as a way of delivering the origin of something, as a validation tool of customs, as an educational tool, as a means of social control, and as entertainment.

Keywords: structure, function, folklore

Downloads

Published

2017-03-17

Issue

Section

Articles