PANDANGAN DAN SIKAP HIDUP SUKU DAYAK BAKATI YANG TERCERMIN DALAM CERITA RAKYAT DAYAK BAKATI

Authors

  • Zakalius (F11109006)
  • Antonius Totok Priyadi
  • Sesilia Seli

DOI:

https://doi.org/10.26418/jppk.v2i7.2670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pendeskripsian pandangan hidup dan sikap hidup suku Dayak Bakati yang tercermin dalam cerita (Batu Bidai, Batu Labi-labi, dan Batu Menangis). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, berbentuk kualitatif dan menggunakan pendekatan sosiologi karya sastra. Berdasarkan hasil analisis data, maka dihasilkan simpulan sebagai berikut: 1) Pandangan  hidup yang tercermin dalam cerita (Batu Bidai, Batu Labi-Labi, dan Batu menangis): a. Tuhan sebagai penentu hidup, b. Adil pada sesama (Adil Ka’ Talino), c. Berserah pada Tuhan (Basengat Ka’ Jubata). 2) Sikap hidup yang tercermin dalam cerita (Batu Bidai, Batu Labi-Labi, dan Batu menangis):  a. sikap tegas, b. sikap merasa kasihan, c. sikap penyesalan

Kata kunci: pandangan hidup, sikap hidup, cerita rakyat Dayak Bakati

 

Abstract: This research aims to description of theoutlook on life and attitudes of Dayak Bakati reflected in the story (Stone splint, Labi-Labi Stone, and Crying Stone). This qualitative approach study uses a descriptive method, using a sociological approach to literature. Based on  the result of data analysis, the conclusion are as follow. 1) Outlook on life that is reflected in the story (Stone splint, Labi-Labi Stone, and Crying Stone): a. God as a determinant of life, b. Justice to each other (Adil Ka’ Talino), b. It depends on God (Basengat Ka’ Jubata). 2) Attitude to life which is reflected in the story (Stone splint, Labi-Labi Stone, and Crying Stone): a. assertiveness, b. Attitude of feeling sorry, c. Attitude of feeling sorry

 

Key words: philosophy of life, attitudes, Dayak bakati folkore

Downloads

Published

2013-07-23

Issue

Section

Articles