PENINGKATAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK AUTIS DALAM BERHITUNG MELALUI KETERAMPILAN MERONCE

Authors

  • Danillah Syafrol
  • Warneri .
  • Sri Utami

DOI:

https://doi.org/10.26418/jppk.v2i9.3232

Abstract

Abstract : Concentration is a process to centering mind to an object, and tasseling is an activity to string  beads or other small objects up for eyes and hands coordination excercise/training. Concentration is less found on autism children with cognitif, social interaction, and behaviour breakdown, especially on counting. By using tasseling, the concentration of autism children on counting in SLBN Ngabang are increasing. Average physical concentration at cycle  I and II on 72,5 %. Average mental concentration at cycle I and II on 68 %, and average emotional concentration at cycle I and II on 66,6 %. The enhancement of Minimum Completeness Criteria percentage on number of 60, at cycle I only 52 and cycle II reach 83.

Abstrak: Konsentrasi adalah suatu proses pemusatan pemikiran pada suatu objek tertentu, dan meronce adalah kegiatan menggabungkan sesuatu dengan memasukkan seutas tali ke lubang-lubang kecil suatu benda yang salah satu tujuannya untuk melatih koordinasi mata dan tangan, dan melatih konsentrasi. Bagi anak autis yang mengalami gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, interaksi sosial, dan perilaku, konsentrasinya sangat kurang, terutama dalam  mata pelajaran berhitung. Dengan memanfaatkan keterampilan meronce konsentrasi anak autis pada mata pelajaran berhitung di SLBN Ngabang mengalami peningkatan. Konsentrasi fisik rata-rata pada siklus I dan II 72,5%, konsentrasi mental pada siklus I dan II rata-rata 68%, dan konsentrasi emosional siklus I dan II rata-rata 66,6%. Adanya peningkatan prosentase KKM dari 60, pada siklus I hanya 52 dan siklus II mencapai 83.

 

Kata Kunci: Konsentrasi Belajar, Keterampilan Meronce, Anak Autis, Berhitung.

Downloads

Published

2013-09-10