KAJIAN FEMINISME DALAM ANTOLOGI CERPEN KAMI (TAK BUTUH) KARTINI INDONESIA KARYA NOVELA NIAN, DKK.
DOI:
https://doi.org/10.26418/jppk.v3i2.4493Abstract
penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender berupa marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, dan doubel burden yang dialami tokoh perempuan dalam antologi cerpen Kami (Tak Butuh) Kartini Indonesia karya Novela Nian, dkk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif bentuk kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Berdasarkan hasil analisis data, maka dihasilkan simpulan sebagai berikut. 1) bentuk ketidakadilan gender berupa marginalisasi adalah pencari nafkah tambahan, perempuan tidak diperbolehkan menjadi pemimpin atau tidak boleh sejajar dengan laki-laki, dan tidak mendapatkan kesempatan untuk sekolah tinggi karena anggapan perempuan tidak sesuai menjadi pimpinan; 2) bentuk ketidakadilan gender berupa subordinasi adalah perempuan dilarang sekolah karena pada akhirnya akan bekerja di dapur sebagai istri yang melayani suami dan mengurus keluarga; 3) bentuk ketidakadilan gender berupa stereotipe adalah mengatakan seorang perempuan sebagai pelacur dan menuduh seorang perempuan berbuat jahat tanpa mengetahui kebenaran yang terjadi; 4) bentuk ketidakadilan gender berupa kekerasan adalah fisik dan emosional; 5) bentuk ketidakadilan gender berupa doubel burden adalah perempuan yang bekerja di kantor namun dalam kesibukannya di ruang lingkup publik, ia dapat mengatasinya dengan mempekerjakan pembantu rumah tangga yang akan mengurusi pekerjaan rumah selama ia tidak berada di rumah.
Kata kunci: feminisme, antologi cerpen.
Abstract: This study aimed to describe the forms of gender inequality in the form of marginalization, subordination, stereotype, violence, and double burden experienced by women character in short story anthology “Kami (Tak Butuh) Kartini Indonesia” by Novela Nian, et al. The method which is used in this research is descriptive qualitative with feminist literary criticism approach. According to the data analysis result, the researcher concluded: 1) gender inequality in the form of marginalization are women as additional breadwinner, women are not allowed to be a leader or should not be equal to men, and women could not get the opportunity to study in any highschool because women are not appropriate to be a leader; 2) gender inequality in the form of subordination is that women are prohibited to study in highschool because in the end they have to serve their husband and take care of the family; 3) gender inequality in the form of stereotype is stating that a woman as a whore and accusing a woman in misbehave without knowing the truth; 4) gender inequality in the form of violence are physically and emotionally; 5) gender inequality in the form of double burden is that the women who works in the office but in her bussiness in public sector, she could handle it by hiring a housemaid whom taking care of household anytime she is not in the house.
Keyword: feminism, short story anthologies