AFIKSASI BAHASA DAYAK MUALANG

Authors

  • Kristina Mery, Hotma Simanjuntak, Patern Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNTAN, Pontianak
  • Hotma Simanjuntak Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNTAN, Pontianak
  • Paternus Hanye Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNTAN, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jppk.v4i4.9943

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk afiks, fungsi afiks, makna afiks dalam Bahasa Dayak Mualang (BDM), dan implementasi BDM dalam pembelajaran Masalah dalam penelitian ini adalah Afiksasi Bahasa Mualang, yang dibatasi menjadi empat sub masalah, yaitu: bentuk afiks, fungsi afiks, makna afiks dalam Bahasa Dayak Mualang (BDM), dan implementasi BDM dalam pembelajaran.. Afiksasi BDM diuraikan dengan metode deskriptif dan berbentuk kualitatif. Sumber data yaitu penutur asli Bahasa Dayak Mualang (BDM) dan siswa SMP kelas VII   di Desa Kumpang Ilong. Teknik yang pengumpulan data adalah teknik pancing, teknik cakap semuka, teknik studi dokumentar, dan teknik observasi aktif. Hasil analisis data yang sudah ada, penelitian ini menunjukan bahwa afiks dalam Bahasa Dayak Mualang (BDM) memiliki bentuk fungsi, makna, dan dapat dimplementasikan dalam pembelajaran. Bentuk afiks dalam Bahasa Dayak Mualang (BDM) yaitu prefiks. Prefiks dalam Bahasa Dayak Mualang (BDM) ada tujuh, yaitu N-, bÉ™ -, sÉ™-, da-/dɘ, pÉ™N-, tÉ™-, dan kɘ-. Fungsi afiks dalam Bahasa Dayak Mualang (BDM) verba aktif, verba intrasitif, nomina, verba pasif, dan numeralia. Makna afiks dalam Bahasa Dayak Mualang (BDM) adalah tindakan, melakukan, pekerjaan, menjadi, perbuatan, keadaan memiliki, sudah, mengeluarkan, mengadakan, menghasilkan, sudah dikerjakan, ketidaksengaan, kumpulan, bilangan, sama mengerjakan sesuatu alat , memiliki sifat.

Kata Kunci : Afiksasi Bahasa Dayak Mualang

 

Abstract : The purpose of this research is descripting affix form, affix function, affix meaning in Dayak Mualang Language (BDM), and BDM affixation implementation in study. The problem of this research is Mualang Language Affixation, that is limited to four subproblems, which is: affix form, affix function, affix meaning in BDM, and BDM affixation implementation in study. BDM affixation described by descriptive method and qualitative form. The data source are native speakers and grade VII SMP 5 students in Kumpang Ilong village. The technique used in collecting data are fishing technique, face talk technique, document study technique, and active observation technique. According to analyze data results, this research shows that BDM affixation has form, function, meaning, and can be implemented in study. Affix form in BDM is prefix. The BDM prefix has seven kinds which is N-, bə -, sə-, da-/dɘ, pəN-, tə-, dan kɘ-. The affix function in Dayak Mualang Language (BDM) active verb, intransitive verb, noun, passive verb, and numeralia. The affix meaning in Dayak Mualang Language (BDM) are action, doing the, jobs, become, the deeds, the state of having, already, take out, made a, produce, done, accidently, collection, number, same, work on a tool, has the characteristic.

Kata Kunci : Dayak Mualang Language Affixation

Downloads

Published

2015-04-24

Issue

Section

Articles