ASIMILASI PERKAWINAN ARAB-MELAYU KAMPUNG ARAB KELURAHAN DALAM BUGIS PONTIANAK

Authors

  • Iwan Ramadhan Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP UNTAN, Pontianak
  • Agus Sastrawan Noor Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP UNTAN, Pontianak
  • Supriadi . Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP UNTAN, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jppk.v4i4.9973

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asimilasi perkawinan Arab-Melayu Kampung Arab Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak timur Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan alat pengumpulan data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses asimilasi perkawinan Arab-Melayu di Kampung Arab bagi pasangan suami beretnis keturunan Arab dan istri beretnis Melayu menjalani hubungan yang harmonis, tinggal bersama di Kampung Arab, bergaul secara intensif dan menyesuaikan dengan budaya Arab. Sedangkan bagi pasangan suami beretnis Melayu dan istri beretnis keturunan Arab menjalani hubungan yang kurang harmonis dikarenakan faktor keluarga keturunan Arab masih tidak menerima wanita keturunan Arab menikah berbeda etnis, meraka tinggal diluar Kampung Arab, kurang bergaul secara intensif dan menyesuaikan dengan budaya Melayu.

Kata kunci : Asimilasi, Perkawinan, Arab-Melayu

Abstract: The purpose of this research is to know the asimilation marriage of Arabian-Malay in Kampung Arab Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak. Research methodology that is used are observation technique, interview and documentation study while, the tools of data collecting are observation, interview and documentation. The reseult of this reseacrh shows that the process of marriage asimilation of Arabian-Malay in Kampung Arab, for the couple that the husband who comes from arabian ethnic and wife who comes from malay ethnic, having a harmonic relationship, lives in kampung arab, doing interaction intensively, and adapting with arabian culture. Meanwhile, for the couple that the husband who comes from Malay ethnic and the wife who comes from arabian ethnic, having a less romantic relationship due to the factor of arabian family who are still not accepting the arabian woman to having a marriage with the different ethnic, they live in the outside of kampung arab, having a less intensive relationship and adapting with malay etnic.

Keywords: Assimilation, Marriage, Arabian-Malay

Downloads

Published

2015-04-28

Issue

Section

Articles