Ekstraksi Pola Iris Mata Berwarna Biru dan Cokelat dengan Metode GrayLevel Cooccurrence Matrix

Authors

  • Yunia Mentari Program Studi Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Tanjungpura
  • Nurhasanah Nurhasanah Program Studi Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Tanjungpura
  • Iklas Sanubary Program Studi Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/pf.v6i2.24974

Abstract

Penelitian ekstraksi pola iris mata berwarna biru dan cokelat dengan metode graylevel coocurrence matrix (GLCM)telah dilakukan untuk mengetahui perbedaan pola setiap fitur pada GLCM terhadap perbedaan warna iris mata. Penelitian ini menggunakan data citra iris mata terdiri dari 10 citra iris mata berwarna biru dan 10 citra iris mata berwarna cokelat. Tahap preprocessing dimulai dengan memotong citra kemudian dilanjutkan dengan mengubah citra dalam bentuk aras keabuan, membuat histogram dan ekualisasi histogram untuk memperbaiki kualitas citra. Proses selanjutnya menghitung ciri statistik menggunakan gray level cooccurrence matrix (GLCM) 4 arah (0Ëš, 45Ëš, 90Ëš dan 135Ëš) dengan jarak d=1. Parameter yang digunakan ada 8 yaituenergy, contras, variance, correlation, sum average, sum entropy, sum variance, maximum probability. Hasil yang diperoleh pada citra iris mata biru memiliki tingkat keabuan lebih besar dibandingkan dengan citra iris mata cokelat (fitur maximum probability). Tingkat perbedaan level keabuan terlihat lebih besar pada citra iris mata biru dari pada citra iris mata cokelat (sum variance). Citra iris mata biru mempunyai tingkat keabuan rata-rata paling tinggi dibandingkan citra iris mata cokelat (variance).Citra iris mata biru memiliki nilai keseragaman lebih tinggi sedangkan pada citra iris mata cokelat memiliki tingkat keabuan yang konstan (energy).Pada citra iris mata biru warna yang dihasilkan citra lebih gelap dibandingkan dengan citra iris mata cokelat citra terlihat lebih terang (contrast). Tekstur yang dimiliki citra iris mata biru lebih halus dari pada citra iris mata cokelat karena memiliki nilai kerapatan piksel yang lebih tinggi (sum average). Citra iris mata cokelat terlihat hubungan yang linear antara tingkat keabuan dari pasangan piksel dari pada citra iris mata biru (correlation). Citra iris mata cokelat memiliki level keabuan yang acak atau nilai ketidakseragaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan citra iris mata biru (sum entropy). Tekstur yang dimiliki citra iris mata cokelat lebih besar dari pada citra iris mata biru. Maka, citra iris mata berwarna biru dan cokelat dapat dibedakan menggunakan ekstrasi ciri GLCM.

 

Kata kunci : Ekstraksi Pola, Citra Iris Mata, GLCM

References

Fahmi. Perancangan Algoritma Pengolahan Citra Mata Menjadi Citra Polar Iris Sebagai Bentuk Antara Sistem Biometrik. Medan: Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Sumatra Utara; 2007.

Setiawan B. Identifikasi Iris Mata dengan Menggunakan Metode Hidden Markov Model. Depok: Jurusan Teknik Elektro; 2009.

Ganis K Y. Klasifikasi Citra dengan Matriks Ko-Okurensi Aras Keabuan (Gray Level Co-Occurrence Matrix- Glcm) Pada Lima Kelas Biji-bijian. Depok: Universitas Diponegoro; 2008.

Indriani M. Klasifikasi Tekstur Menggunakan Metode LDA dan KNN Berdasarkan Pencirian Metode Run-Length. Depok: Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro; 2007.

Hartadi R. Deteksi Potensi Kanker Payudara pada Mammogram Menggunakan Metode Gray Level Co- occurrence Matrices. Semarang: Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro; 2011.

Fajrin , Hanifah R, Nugroho HA, Soesanti I. Ekstraksi Ciri Berbasis Wavelet dan GLCM untuk Deteksi Dini Kanker Payudara pada Citra Mammogram. Yogyakarta: Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada; 2015.

http://biometrics.idealstest.org/. [Online].; 2017 [cited 2017 31 Juli Senin.

Pangestu P. Penerapan Histogram Equalization pada Optical Character Recognition Prepocessing. Ultimatics, 2015; 7(1): p. 27-33.

Eskaprianda A, Isnanto RR, Santoso I. Deteksi Kondisi Organ Pankreas Melalui Iris Mata menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Perambatan Balik dengan Pencirian Matriks Ko-Okurensi Aras Keabuan. Transmisi. 2011; 13(1): p. 33-38.

Anggoro W. Implementasi Ekstraksi Fitur Tekstur Gray Level Co-Occurrence Matrices (GLCM) untuk Pengelompokkan Citra Tenun Menggunakan Algoritma K-Means. Semarang: Jurusan Teknik Informatika, FIK UDINUS; 2016.

Patgar SV, Vasudav T. An Unsupervised Intelligent System to Detect Fabrication in Photocopy Document Using Geometric Moments and Gray Level Co-Occurrence Matrix. International Journal of Computer Application. 2013; 74(12): p. 32.

Gadkari D. Image Quality Analysis Using GLCM. Orlando: University of Central Florida; 2004.

Downloads

Published

2018-04-09

Issue

Section

Articles