Analisis Tingkat Kekeringan Menggunakan Parameter Cuaca di Kota Pontianak dan Sekitarnya

Authors

  • Susi Susanti Program Studi Fisika, FMIPA, Universitas Tanjungpura
  • Andi Ihwan Program Studi Fisika, FMIPA, Universitas Tanjungpura
  • Muhammad Ishak Jumarang Program Studi Fisika, FMIPA, Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/pf.v1i2.2644

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis tingkat kekeringan di Kota Pontianak dan sekitarnya menggunakan parameter cuaca yaitu curah hujan dan suhu udara maksimum harian selama 3 tahun (2006, 2007, dan 2008). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Keetch-Byram Dryness Index (KBDI). Berdasarkan perhitungan, tingkat KBDI dipengaruhi oleh peningkatan dan penurunan jumlah curah hujan. Penurunan jumlah curah hujan dapat memicu terjadinya hotspot. Dari 3 tahun pengamatan koefisien korelasi antara KBDI dengan hotspot yang tertinggi terdapat pada tahun 2006  yakni sebesar 0,87. Besarnya koefisien korelasi ini karena pada tahun 2006 terjadi fenomena El-Nino. Sebagian besar hotspot yang terjadi pada tahun  2006 disebabkan karena pengaruh alam. Korelasi KBDI terhadap hotspot pada tahun 2007 dan 2008 sangat rendah (0,31 dan 0,35). Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh alam pada pembentukan hotspot sangat kecil.

 

Kata kunci : KBDI, curah hujan, suhu udara, hotspot

Downloads

Published

2013-07-19

Issue

Section

Articles